Senin, 23 Mei 2016

Berjuang Memenangkan Keikhlasan, Karena Hati Berhak Atas Sebuah Ketenangan http://www.hipwee.com/narasi/berjuang-memenangkan-keikhlasan-karena-hati-berhak-atas-sebuah-ketenangan/

Rabu, 27 April 2016

Kado Buat Mama

Untuk bidadari yang selalu ku sebut “Mama”

Mama.. Walau kita berada dalam satu atap yang sama, aku ingin sekali menuliskan sebingkai surat cinta untukmu.
Aku tak sanggup berkata-kata melalui suara, karna nantinya akan menitikkan airmata.
Hanya melalui doa dan tulisan, Ma.. Perasaan ini aku tumpahkan untukmu..

Mama.. Kecantikanmu membuatku yakin bahwa Tuhan benar benar menciptakan bidadari di bumi ini. Dan sungguh, tiada kehangatan melebihi hangatnya pelukanmu..

Mama.. Sebagai ibu dan istri, kau itu kuat sekali. Setiap pagi kau harus bergegas untuk pergi bekerja, tanpa melupakan membuat sarapan untuk kami. Bahkan udara pagi yang begitu dinginnya, tak membuatmu berhenti dan menyerah. Hanya dengan alasan, untuk melengkapi kebutuhan kita semua.

Mama.. Begitu sering aku memanggil manja nama itu. Bagaimana nanti ketika aku menjadi seorang istri dan ibu dari anak-anakku? Bisakah aku sepertimu? Tak pernah menangis dihadapan anak-anak walau sudah terlalu letih. Selalu kuat untuk menjalankan kewajibanmu sebagai seorang istri dan ibu.

Apa aku bisa, Ma? Ajari aku, berikan aku kekuatan itu, dan tumpahkan cintamu dalam samudera cintaku.

Mama.. Waktu tidurmu sudah berkurang sekarang, kau selalu nampak lelah. Ketika kau tidur, diam-diam aku selalu memperhatikanmu. Kau tidur dengan pulasnya. Entah mengapa, selalu ada ketenangan ketika melihatmu. Aku ingin selalu terus melihat ketenangan itu, Ma. Ma, mama harus semakin kuat yah. Aku tak bisa membayangkan jika aku tak bisa melihat wajahmu lagi. Aku mohon, tetaplah kuat dan selalu tersenyum manis di rumah ini untuk kami, untuk kami Ma..

Mama, kau harus melihat aku menjadi seorang Sarjana dan Magister, sedikit lagi ma.. Kau juga belum melihat aku pergi berangkat bekerja sepertimu.. Kau belum melihat anak-anakmu diminta oleh laki-laki untuk dijadikan istri. Kami juga belum bertekuk lutut meminta restumu, untuk menjadi istri yang shalehah seperti engkau. Kau belum menggendong dan bermain bersama cucu-cucumu, Ma.. Kau belum melihat kami bahagia dengan laki-laki pilihan Allah. Kami belum puas membahagiakanmu, Ma.. Dan masiiih banyak hal yang belum kau dapatkan dari kami. Jadi, aku mohon… tetaplah kuat dan tersenyum mengisi istana rumah ini… Bantu kami dengan doa mu, Ma…

Semoga Allah selalu menjaga, melindungi, dan memberikan kesehatan untuk kita semua yah Ma, dan semoga Allah meridhaiku untuk dapat membahagiakanmu terlebih dahulu, sebelum akhirnya Dia mengambilmu kembali.

Dengan penuh cinta untuk Bidadariku, Mama..

Anak perempuan kedua-mu.

Senin, 25 April 2016

Ketersediaan Sarana Transportasi Penunjang Akomodasi Pariwisata di Yogyakarta


Nama                        : Hida Mujahida Basori
NIM              : 12416241060

Ketersediaan Sarana Transportasi Penunjang Akomodasi Pariwisata di Yogyakarta

Indonesia sangat kaya dengan segudang keberagaman wisata baik wisata alam maupun wisata budaya serta wisata kuliner dari berbagai daerah di indonesia yang bercitarasa tinggi. Kekayaan wisata tersebut menjadikan indonesia sebagai salah satu negara tujuan wisata yang populer. Ssalah satu contoh daerah wisata yang ada di indonesia adalah kota Yogyakarta dengan sejuta pesona dan daya tarik yang dimilikinya.
Kini pariwisata bukan lagi sebagai hal yang mewah namun merupakan suatu kebutuhan sekunder untuk pemenuhan keinginan seseoran untuk refreshing/penyegaran. Aktifitas kepariwisataan tidak dapat dipisahakan dengan transportasi. Faktor jarak dan waktu begitu berpengaruh dengan keinginan orang dalam melakukan perjalanan wisata. Akhir akhir ini transportasi menimbulkan pertumbuhan kepariwisataan yang begitu pesat. Kemajuan fasilitas transportrasi mendongkrak kemajuan kepariwisataan di suatu daerah dan sebalikanya ekspansi yang terjadi dalam kepariwisataan menciptakan permintaan akan transportasi yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawn.
Secara umum hubungan antara pariwisata dengan transportasi sangat erat. Pariwisata tidak dapat tumbuh tanpa adanya sarana transportasi. Dapat dikatakan bahwa walaupun tersedia atraksi wisata yang menarik, fasilitas rekreasi dan olah raga yang lengkap, hotel yang serba mewah, tanpa tersedia-nya sarana transportasi yang cukup memadai, semuanya akan sia- sia dan tidak berarti.
Becak adalah salah satu atal transportasi yang mendominasi di kota Jogja, tidak salah jika jogja dijuluki kota becak yang dimana keberadaan becak tidak terlepas dari perkembangan pariwisata di jogja. Becak dijadikan salahsatu sarana transportasi yang bebas polusi dan murah, banyaknya becak di jogja menjadikan sumber mata pencaharian tersendiri bagi kehidupan seseorang. Jogja tetap mempertahankan keberadaan becak, walaupun sarana transportasi lainnya tetap ada. Transportasi murah, bebas polusi dan menyenangkan untuk wisata menikmati kota Jogja.

Pilihan alat transportasi wisata dijogja selain becak adalah andong. Di Jogja, kereta yang ditarik dengan kuda disebut dengan andong. Bentuknya seperti dokar (bendi), hanya saja andong memiliki roda 4 yang bisa ditarik oleh satu atau dua kuda dan dokar beroda 2 dengan satu kuda saja. Bila kita perhatikan, karena andong beroda 4, sehingga kuda tidak menahan beban di pundaknya, dengan demikian kuda hanya menarik saja, yang tentunya akan lebih cepat dibandingkan dokar dimana kuda menahan beban di pundaknya.
Andong wisata dapat dengan mudah kita dapatkan di seputar Malioboro dan Kraton Yogyakarta, umumnya dapat mengangkut 5 orang. Andong-andong tampak kelihatan terawat dengan baik, bersih dan juga memiliki kantong pembuangan kotoran kuda, seeing tidak akan mengotori jalan-jalan di kota Jogja. Ongkos menyewa andong pun sangat bervariasi, tergantung jarak, banyaknya lokasi yang dikunjungi dan ada juga yang mengenakan tambahan dengan lebihnya waktu.
Sangat mengesankan, itulah yang diharapakan dirasakan oleh wisatawan pada saat berkunjung ke Jogja, bersama becak atau andong mengelilingi berbagai obyek wisata di kota Jogja. Jogja tetap mempertahankan keberadaan alat transportasi wisata becak dan andong, walaupun sarana transportasi lainnya tetap ada. Transportasi murah, bebas polusi dan menyenangkan untuk wisata menikmati kota Istimewa.


PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA MASA KEMERDEKAAN


PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA MASA KEMERDEKAAN
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Pendidikan
Dosen pengampu : Hariyanti, M.Pd



logo-uny-hitam-putih1.gif




Disusun oleh :



JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2013

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Sebelum proklamasi dikumandangkan (sebelum kemerdekaan) hingga setelah proklamasi kemerdekaan (kemerdekaan) sampai saat ini telah banyak perubahan-perubahan yang terjadi dalam bangsa Indonesia ini. Perubahan terjadi didalam semua aspek kehidupan masyarakat indonesia waktu itu, dari aspek kehidupan ekonomi, kehidupan pendidikan, kehidupan sosial-budayanya, dan bahkan aspek-aspek kehidupan yang lainnya semuanya berubah. Khususnya aspek kehidupan sosial-budaya yang memang mengalami perubahan secara drastis dari masa sebelum kemerdekaan hingga masa setelah kemerdekaan.
Sebelum proklamasi dikumandangkan tentunya aspek-aspek kehidupan indonesia khususnya kehidupan sosial-budaya masyarakat waktu itu masih sangat tergantung pada penjajah (Belanda dan Jepang) sebab penjajah masih berkuasa di negara indonesia ini. Banyak kebijakan-kebijakan yang memang diatur oleh para penjajah, dan bangsa indonesia diharuskan untuk tunduk terhadap aturan yang telah dibuat penjajah, misalnya diskriminasi rasial yang menempatkan orang berkulit putih berada di strata teratas sedangkan masyarakat pribumi sebagai orang rendahan, dan lainnya. Pada waktu itu bangsa Indonesia hanya mampu untuk memendam semua pikiran dan angan akan cita-cita tentang kehidupan berbangsa yang diatur oleh bangsa indonesia sendiri tanpa campur tangan pihak lain.
Namun setelah proklamasi di kumandangkan oleh Ir. Soekarno pada waktu itu, bangsa indonesia bak dihembuskan angin segar. Banyak bermunculan pemikir-pemikir hebat yang akan mengelola kehidupan negara indonesia ini dengan hasil pemikirannya sendiri tanpa campur tangan pihak lain lagi. Aspek-aspek kehidupan khususnya kehidupan sosial budaya masyarakat indonesia pun mengalami perubahan yang sangat signifikan.
Perubahan-perubahan yang terjadi dalam berbagai apsek kehidupan ini khusunya aspek sosial-budaya dilatarbelakangi oleh banyak hal. Tentunya dengan adanya perubahan yang mendasar dalam berbagai aspek kehidupan telah  banyak membawa kehidupan masyarakat Indonesia menjadi terarah ke arah yang lebih positif dan baik.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa sajakah penyebab berubahnya sistem kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia pada masa kemerdekaan?
2.      Apa sajakah perubahan sosial budaya di Indonesia yang terjadi pada masa kemerdekaan?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui penyebab dari berubahnya sistem kehidupan sosial budaya bangsa indonesia ini pada masa kemerdekaan.
2.      Untuk mengetahui perubahan yang terjadi khususnya dalam sosial budaya di Indonesia pada masa kemerdekaan.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Perubahan sistem kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia masa kemerdekaan.
Proklamasi kemerdekaan republik Indonesia tanggal 17 agustus 1945 yang sebelumnya didahului dengan berbagai persiapan dan sidang-sidang para pemimpin politik indonesia saat itu terutama pada tanggal 29 Mei 1945 dalam sidang yang disebut BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dibawah pimpinan Dr. Radjiman. Sidang ini antara lain mempertanyakan dan membahas tentang apa yang akan jadi asas-asas dasar jika indonesia merdeka. Salah satu pengagas tentang  dasar negara indonesia adalah Soekarno yang berpidato dalam sidang BPUPKI pada 1 juni 1945, yang berjalan satu jam tanpa teks menjelaskan dasar asas negara indonesia merdeka yang kemudian dikenal sebagai pancasila.
Pada awal masa kemerdekaan seolah merupakan kesempatan bagi masyarakat indonesia untuk bisa menempatkan diri mereka pada berbagai niche dalam sistem sosial yang terbuka lebar dan meraih kesempatan atau apa yang mereka cita-citakan. Pada awal kemerdekaan juga seluruh atribut yang sebelumnya seolah menjadi rintangan atau kendali dalam melakukan hubungan interpersonal seolah lepas dan setiap anggota masyarakat merasa bebas menggunakan kata “bung” sebagai atribut untuk mitra interaksi mereka.
Indonesia memasuki masa revolusi. Menurut Ruskan Abduk Gani, revolusi bersifat fundamental dalam sistem sosial yang tidak hanya berdasarkan pada keinginan untuk mengusir penjajah saja, tetapi juga terdapat penjungkirbalikan keadaan. Sementara anggapan memberi pengertian revolusi sebagai proses perubahan yang mendadak yang berlangsung cepat, bersifat fundamental dan loyalitas. Satu hal yang paling mencolok adalah adanya keinginan besar untuk melakukan perubahan dari sistem masyarakat feodal menjadi  masyarakat demokrasi. Pada masa revolusi ada sesuatu yang tengah berlangsung dengan membara, yaitu sistem kolonialisme harus diganti dengan sistem nasional. Hampir semua kekuatan berperan dalam revolusi ini seperti kaum politisi, pemuda, kekuatan bersenjata, dan massa rakyat. Persoalan pada awal kemerdekaan indonesia adalah munculnya suasana revolutif yang belum bisa dikelola oleh para pemimpin, karena disitu baru ditemukan fenomena kekuatan transformasi kekuatan sangat besar. Nilai yang fundamental dalam revolusi indonesia adalah kedaulatan rakyat.
Dilihat dari perkembangannya, perubahan – perubahan yang terjadi sangatlah signifikan. Pasca proklamasi ternyata bangsa Indonesia memiliki mental yang kuat, dibuktikan dengan pola pikir masyarakat yang berubah karena adanya keinginan untuk merubah kehidupan ke arah yang lebih maju.
Ternyata sistem – sistem yang sudah ada pada masa penjajahan Belanda maupun Jepang, membawa pola pikir bangsa Indonesia menjadi berubah. Penyesuaian terhadap sistem kemerdekaan mengakibatkan masyarakat melakukan perubahan – perubahan, baik pada sektor ekonomi, pembangunan, ilmu pengetahuan , sosial dan budaya. Bangsa Indonesia yang awal mulanya dijajah yang pada masa itu pula segala sendi kehidupan yang ada dipengaruhi oleh penjajah, setelah proklamasi bangsa Indonesia mulai melangkah menuju kearah pembanguna dengan usaha dan jerih payah keringat sendiri.
Dengan langkah kemerdekaan yang dicapai, sudah barang tentu banyak hal yang menanti bangsa Indonesia kedepannya. Dengan status merdeka sudah secara langsung bangsa Indonesia mampu untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan dunia luar, karena sudah tidak adanya pengawasan dari pihak penjajah. Bangsa diluar sana mulai banyak yang mengakui kedaulatan Republik Indonesia. Seiring dengan interaksi dan komunikasi yang terjalin, bangsa Indonesia tentu mendapatkan tantangan dari kebudayaan dan corak – corak kehidupan sosial dari negara lain. Jika tidak berhati – hati bangsa Indonesia bisa terbawa oleh paham – paham kebangsaan yang ada pada masa itu.
Media informasi ( TV, Radio, Koran dan Majalah ) telah memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia untuk mendapatkan  unsur – unsur baru dari luar, dengan adanya interaksi keluar melalui media massa, sedikit banyak informasi – informasi yang didapat terlebih dahulu diseleksi lalu kemudian menyerap unsur – unsur budaya yang sesuai.
Soerjono Soekanto pernah berkata bahwa “ Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang direncanakan dan dikehendaki “. Oleh karena itu, kehidupan sosial yang berjalan dinamis sudah barang tentu akan menggerakan semua sendi – sendi kehidupan pada suatu bangsa yang dimana didalamnya sudah berhubungan dengan aspek – aspek budaya. Pembangunan yang dilakukan dikarenakan pola pikir yang berkembang menuntut pola–pola budaya baru yang dapat membantu terciptanya suatu pembangunan.
Pembangunan dibidang sosial – budaya senantiasa mendasarkan pada nilai – nilai yang bersumber pada hakikat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab. Dengan demikian pembangunan selalu mengangkat nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia, yang dimana pada awal kemerdekaan nilai ini dijadikan patokan yaitu Pancasila.
Jika kita lihat dari bangsa Indonesia sendiri ketika itu, faktor yang mendasari perubahan sosial budaya bangsa Indonesia yaitu bersumber karena ada revolusi di dalam tubuh masyarakat itu sendiri.

B.     Perubahan sosial budaya yang terjadi pada masa kemerdekaan.
Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Hal ini sejalan dengan peran kehidupan sosial dalam pembentukan kebudayaan. Perilaku – perilaku sosial yang dijalankan, secara langsung akan mempengaruhi sendi – sendi budaya yang ada. perubahan sosial sudah pasti mengubah budaya, tetapi sebaliknya budaya belum tentu mengubah kehidupan sosial. Tetapi pada intinya antara perubahan sosial dan budaya saling mempengaruhi.
Pada masa sebelum merdeka, bangsa Indonesia dijajah oleh negara Belanda dan Jepang. Pada masa itu terdapat deskriminasi ras di negara ini. Pada masa Belanda, golongan 1 deberikan kepada orang – orang Belanda atau Eropa, pada golongan 2 diberikan kepada  orang Asia Timur, sedangkan golongan tiga diberikan kepada masyarakat pribumi. Pada masa pendudukan Jepang, untuk dapat menarik simpati bangsa Indonesia, Jepang membagi masyarakat menjadi tiga golongan, yang pertama : golongan 1 orang Jepang, golongan 2 masyarakat pribumi, dan golongan 3 diberikan kepada masyarakat Eropa / Belanda – timur Asing. Dari penggolongan ini sudah barang tentu dan sangat jelas terlihat bias ras yang terjadi. Dengan penggolongan ini, antara Hak dan Kewajiban yang dilakukan pun berbeda. Bangsa Indonesia pada masa ini justru menjadi bangsa yang patuh kepada penjajah, dan mental bangsa Indonesia pun hanya menjadi pengikut bangsa – bangsa penjajah. Pengaruh pengklasifikasian sangat mempengaruhi mental bangsa Indonesia.
Dalam kehidupan budaya bangsa Indonesia awal kemerdekaan, seperti halnya pada dunia pendidikan. Menteri pengajaran masa itu Ki Hajar Dewantara menginstruksikan pada tiap – tiap sekolah, baik sekolah dasar, sekolah menengah dan umum untuk selalu menyanyikan lagu Indonesia Raya pada hari – hari peringatan kenegaraan serta pada saat upacara resmi. Ki Hajar Dewantara juga menginstruksikan agar ditiap – tiap kelas harus ada bendera pusaka Merah – Putih. Segala sesuatu yang bercorak Jepang seperti bahasa, lagu, dan bendera dijauhkan dari hadapan bangsa Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk memupuk rasa nasionalisme dan rasa cinta tanah air Indonesia yang baru lahir sejak diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945. Melalui media pendidikan tersebut, menjadikan banyaknya perubahan-perubahan yang terjadi di berbagai sektor kehidupan terutama di bidang sosial dan budaya. Ini merupakan sebuah wujud dari langkah awal masyarakat Indonesia untuk mampu mencapai suatu pembangunan setelah sekian lama dijajah oleh bangsa lain. Pendidikan pada saat itu menjadi prioritas utama yang dianggap mampu memberikan kemajuan untuk menghasilkan kader-kader bangsa yang berintelektual demi membangun Indonesia.
Keadaan yang ada di Indonesia juga tampak lebih aman daripada sebelum kemerdekaan dicetuskan, walaupun memang masih banyak pemberontakan dan penindasan yang dilakukan oleh asing terhadap rakyat Indonesia kerena memang masih adanya pengaruh asing. Dengan keadaan Indonesia yang lebih aman dari sebelum kemerdekaan, memberikan pengaruh positif bagi masyarakat Indonesia yaitu untuk melakukan perubahan sosial budaya dengan lebih leluasa dan terbebas dari asing. Rakyat Indonesia yang tadinya dipekerjakan paksa oleh penjajah, kini menjadi berani untuk melakukan perlawanan demi memperjuangkan haknya karena Indonesia telah merdeka sehingga rakyat Indonesia dapat melakukan perubahan keadaan dirinya sehingga lebih sejahtera.
Dengan terbebasnya Indonesia dari penjajahan asing, juga memberikan kebebasan yang lebih leluasan kepada rakyat Indonesia yang ditindas. Rakyat yang sebelumnya dipekerjakan rodi untuk kepentingan pemerintahan asing, kini dapat memulai hidupnya lebih baik lagi. Mereka tidak perlu lagi bekerja dengan terpaksa. Rakyat dapat kembali bekerja di sektor masing-masing seperti yang awalnya menjadi petani, pedagang, dan dengan hasil dari pertanian tersebut, masyarakat dapat menjualnya dipasar tanpa harus membayarkan pajak terlebih dahulu kepada pihak asing. Selain itu perekonomian tak lagi memiliki keterikatan dengan pihak asing. Walaupun perekonomian Indonesia sempat mengalami keterpurukan pada awal masa kemerdekaan. Terjadi inflasi akibat ketidakmampuan pemerintah dalam melakukan kontrol terhadap uang yang beredar di Indonesia.
Selain itu penggunaan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional terus digalakkan. Dalam bidang sastra, lahir angkatan 45 yang dipelopori Chairil Anwar dan Idrus. Dalam seni musik, lahir komponis-komponis berbakat yang menciptakan lagu-lagu bertema nasionalisme dengan tujuan untuk menanamkan semangat kebangsaan dan menghilangkan rasa rendah diri sebagai bangsa yang merdeka. Komponis-komponis tersebut diantaranya Ismail Marzuki karyanya : Gagah Perwira, Gugur Bunga, Indonesia Pusaka, dan lain-lain. Cornel Simanjuntak dengan karyanya : Teguh Kukuh Berlapis Baja, Maju Indonesia, Tanah Tumpah Darahku, dan lain-lain. Kusbini dengan karyanya : Bagimu Negeri, Rela, Pembangunan, dan lin-lain.
Seni lukis juga berkembang dengan dipelopi oleh Sudjoyono, Agus Djayasumita, Rusli, Soemardjo, Affandi, Basuki Abduklah, dan lain-lain. Seni drama dari Film dipelopori oleh Dr.Huyung, Usmar Ismail, Djamaludin Malik, Suryosumanto, Djayakusumo dan lain-lain. Kemudian berkembang pula media komunikasi terutama surat kabar dengan lahirnya “Persatuan Wartawan Indonesia” pada tanggal 9 Februari 1946 dengan Mr.Soemanang sebagai ketuanya. Kemudian pada tanggal 8 Juni 1946 dibentuklah “Serikat Penerbit Surat Kabar”.
Kebudayaan yang terbangun pada bangsa Indonesia secara bertahap ternyata memberi dampak yang sangat besar bagi pembentukan mentalitas bangsa Indonesia dalam membangun negeri. Seperti fakta - fakta yang sudah terjadi, Indonesia dengan jatidirinya mampu berkontribusi kedunia luar setelah merdeka seperi bergabung kedalam PBB, menyelenggarakan KAA, menjadi anggota Non – Blok dan Menggagas berdirinya ASEAN.

BAB III
PENUTUP

Simpulan
Dari makalah ini, kelompok membahas tentang penyebab berubahnya sistem kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia pada masa kemerdekaan dan perubahan sosial budaya apa sajakah di Indonesia yang terjadi pada masa kemerdekaan.
Dilihat dari perkembangannya, perubahan – perubahan yang terjadi sangatlah signifikan. Pasca proklamasi ternyata bangsa Indonesia memiliki mental yang kuat, dibuktikan dengan pola pikir masyarakat yang berubah karena adanya keinginan untuk merubah kehidupan ke arah yang lebih maju. Selain itu kebudayaan yang terbangun pada bangsa Indonesia secara bertahap ternyata memberi dampak yang sangat besar bagi pembentukan mentalitas bangsa Indonesia dalam membangun negeri. Seperti fakta - fakta yang sudah terjadi, Indonesia dengan jatidirinya mampu berkontribusi kedunia luar setelah merdeka seperi bergabung kedalam PBB, menyelenggarakan KAA, menjadi anggota Non – Blok dan Menggagas berdirinya ASEAN.


Daftar Pustaka
Boedihartono, Dkk. 2009. Kebudayaan Indonesia. Jakarta : Rajawali Press
Soekanto, Soerjono. 1982. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : CV. Rajawali





Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Pabrik Gula Madukismo


Tugas Mata Kuliah PKLH
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Pabrik Gula Madukismo


 






Disusun Oleh :
Nama         : Rizal Bayu Rasyidi Lubis
NIM  : 09416244030
Prodi : Pend. IPS (B)



Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi
Universitas Negeri Yogyakarta
Tahun 2010
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas segala rahmat dan inayahNya saya dapat menyelesaikan Makalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Pabrik Gula Madukismo. Makalah ini disusun dan dipersiapkan untuk memenuhi tugas pada mata kuliah PKLH. Saya mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Bapak Drs. Udia Haris Hadori selaku pembimbing mata kuliah PKLH
2.      Teman-teman Pend. IPS yang telah membantu penyelesaian makalah ini.
Serta semua pihak yang telah membantu memperlancar saya dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini.
Saya menyadari kekurangan dan keterbatasan saya sebagai penyusun. Untuk itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca saya harapkan dapat membantu perbaikan penyusunan makalah dikemudian hari. Semoga makalah yang telah saya susun ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca.


Yogyakarta, Juni 2010

          Penyusun






BAB I
PENDAHULUAN

            Segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tidak akan lepas dari lingkungan hidup. Lingkungan merupakan salah satu faktor penting bagi makhluk hidup untuk dapat bertahan hidup. Lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya (UU No. 23 / 1997). Saat ini banyak terdapat masalah lingkungan hidup yang diakibatkan oleh berbagai elemen. Masalah lingkungan hidup pada dasarnya timbul karena :
a.       Dinamika penduduk
b.      Pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya yang kurang bijaksana
c.       Kurang terkendalinya pemanfaatan akan ilmu pengetahuan dan teknologi
d.      Dampak negatif yang muncul karena permasalahan ekonomi
e.       Adanya benturan tata ruang
Dewasa ini banyak industri-industri yang bermunculan di berbagai daerah. Banyak lahan hijau yang beralih fungsi menjadi lahan industri. Akibatnya lingkungan menjadi tidak seimbang dan ekosistem yang ada menjadi terancam keberadaannya. Tentunya hal tersebut memerlukan pemikiran tersendiri agar masalah tersebut tidak berdampak negatif bagi makhluk hidup. Salah satu upaya yaitu dengan memperhatikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), karena dengan memperhatikan AMDAL dapat dilakukan upaya untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan.






BAB II
PEMBAHASAN

A.      Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) merupakan kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. AMDAL merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, dibuat pada tahap perencanaan, dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Hal-hal yang dikaji dalam proses AMDAL meliputi aspek fisik-kimia, ekologi, sosial-ekonomi, dan kesehatan masyarakat sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.
Analisis mengenai dampak lingkungan hidup di satu sisi merupakan bagian studi kelayakan untuk melaksanakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan, dan di sisi lain merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin melakukan usaha dan/atau kegiatan. Berdasarkan analisis ini dapat diketahui secara lebih jelas dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, baik dampak negatif maupun dampak positif yang akan timbul dari usaha dan/atau kegiatan sehingga dapat dipersiapkan langakah untuk menanggulangi dampak negatif dan mengembangkan dampak positif. Untuk mengukur atau menentukan dampak besar dan penting tersebut, diantaranya digunakan kriteria mengenai :
a.       Besarnya jumlah manusia yang akan terkena dampak rencana usaha dan/atau kegiatan
b.      Luas wilayah penyebaran dampak
c.       Intensitas dan lamanya dampak berlangsung
d.      Banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang akan terkena dampak
e.       Sifat kumulatif dampak
f.       Berbalik (reversible) atau tidak berbaliknya (irreversible) dampak.


Berikut ini jenis usaha dan/atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, meliputi :
a.       Pengubahan bentuk lahan dan bentang alam
b.      Eksploitasi sumber daya alam baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui
c.       Proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan, pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, serta kemerosotan sumber daya alam dalam pemenfaatannya
d.      Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan alam, lingkungan buatan, serta lingkungan sosial dan budaya
e.       Proses dan kegiatan yang hasilnya akan dapat mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi sumber daya dan/atau perlindungan cagar budaya
f.       Introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, jenis hewan, dan jenis jasad renik
Tujuan secara umum AMDAL adalah menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan serta menekan pencemaran sehingga dampak negatifnya menjadi serendah mungkin. Dengan demikian, AMDAL diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang pelaksanaan rencana kegiatan yang mempunyai dampak terhadap lingkungan hidup. Agar pelaksanaan AMDAL berjalan efektif dan dapat mencapai sasaran yang diharapkan, pengawasannya dikaitkan dengan mekanisme perijinan. Peraturan pemerintah tentang AMDAL secara jelas menegaskan bahwa AMDAL adalah salah satu syarat perijinan, dimana para pengambil keputusan wajib mempertimbangkan hasil studi AMDAL sebelum memberikan izin usaha dan/atau kegiatan. AMDAL digunakan untuk mengambil keputusan tentang penyelenggaraan / pemberian izin usaha dan/atau kegiatan.
B.     Studi Kasus Pengelolaan Limbah Pabrik Gula Madukismo, Yogyakarta
Limbah padat yang dihasilkan oleh pabrik gula Madukismo mempunyai volume yang cukup besar tiap harinya. Selama ini pabrik membuang limbahnya dengan cara penumpukan (open dumping). Pabrik membeli sejumlah besar lahan kemudian langsung membuang limbahnya ditempat itu. Oleh masyarakat sekitar limbah yang dibuang terutama blotong (ampas tebu) diambil secara cuma-cuma untuk pembuatan asbes, genteng, pupuk, kompos dan dijadikan bahan bakar industri batu bata, karena blotong ini masih mengandung sejumlah belerang sehingga baik untuk dijadikan sebagai bahan bakar. Sebelum blotong dibuang, blotong tersebut dimasukkan dalam open dengan suhu 105 derajat selama 3 jam. Tujuan blotong dioven untuk mengurangi kadar air yang terdapat di blotong tersebut, sehingga tidak menimbulkan bau yang sangat menyengat ketika dibuang.
Kompos adalah bentuk dari bahan-bahan organik setelah mengalami pembusukan atau disebut pula dekomposisi. Pembusukan ini dapat berlangsung secara aerobik maupun anaerobik dengan kelebihan dan kekurangannya. Pengomposan berdasarkan kebutuhan oksigen diklasifikasikan menjadi pengomposan aerob dan pengomposan anaerob. Pengomposan aerob membutuhkan oksigen sehingga suhu optimum kompos dapat lebih cepat dicapai, sebaliknya pengomposan anaerob tidak membutuhkan oksigen sehingga suhu optimum susah dicapai, menimbulkan bau busuk, dan proses berlangsung lama. Faktor yang mempengaruhi proses pengomposan antara lain :
1.      Pasokan unsur hara
2.      Ukuran partikel
3.      Kandungan air
4.      Kekuatan struktural
5.      Suhu
6.      Aditif
7.      Keasaman (pH)
Dengan adanya metode tersebut maka jumlah limbah yang dihasilkan pabrik gula Madukismo sedikit berkurang, sehingga pencemaran lingkungan yang dihasilkan juga berkurang. Namun yang menjadi permasalahan pabrik gula Madukismo tersebut tidak berani menginvestasikan uang untuk mengolah limbah dengan teknologi yang lebih modern. Alasan pabrik tersebut tidak berani karena penghasilan yang diperoleh tidak sebanding jika digunakan untuk membayar teknologi dalam memperbaiki masalah limbah tersebut.
Selain keuntungan dari limbah padat, limbah cair pun memiliki keuntungan. Seperti limbah cair yang dimanfaatkan petani untuk menyuburkan tanah pertaniannya yang berada di sekitar pabrik gula Madukismo tersebut.


BAB III
PENUTUP

     Perkembangan dibidang industri menuntut ketersediaan bahan baku yang semakin meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya. Perkembangan industri menghasilkan dampak negatif dan dampak positif. Dampak negatifnya berupa limbah-limbah yang dihasilkan semakin menumpuk, sedangkan dampak positifnya yaitu semakin berkembang dan bertambahnya produk yang dihasilkan. Dengan demikian, kemajuan di bidang industri akan menambah beban pada daya dukung lingkungan dan sumber daya alam.
Pabrik gula Madukismo telah meningkatkan perbaikan dalam masalah limbah-limbah yang ada dipabrik. Diharapkan kepada para peneliti untuk malakukan inovasi-inovasi baru dalam mengatasi permasalahan limbah yang ada dalam perindustrian, dan khususnya pada pabrik Madukismo. Agar limbah yang ada dapat dimanfaatkan secara lebih baik.