PERUBAHAN
SOSIAL BUDAYA MASA KEMERDEKAAN
Makalah ini disusun untuk memenuhi
tugas mata kuliah Ilmu Pendidikan
Dosen pengampu : Hariyanti, M.Pd
Disusun oleh :
JURUSAN
PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS
ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS
NEGERI YOGYAKARTA
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Sebelum proklamasi dikumandangkan (sebelum
kemerdekaan) hingga setelah proklamasi kemerdekaan (kemerdekaan) sampai saat
ini telah banyak perubahan-perubahan yang terjadi dalam bangsa Indonesia ini.
Perubahan terjadi didalam semua aspek kehidupan masyarakat indonesia waktu itu,
dari aspek kehidupan ekonomi, kehidupan pendidikan, kehidupan sosial-budayanya,
dan bahkan aspek-aspek kehidupan yang lainnya semuanya berubah. Khususnya aspek
kehidupan sosial-budaya yang memang mengalami perubahan secara drastis dari
masa sebelum kemerdekaan hingga masa setelah kemerdekaan.
Sebelum proklamasi dikumandangkan tentunya
aspek-aspek kehidupan indonesia khususnya kehidupan sosial-budaya masyarakat waktu
itu masih sangat tergantung pada penjajah (Belanda dan Jepang) sebab penjajah
masih berkuasa di negara indonesia ini. Banyak kebijakan-kebijakan yang memang
diatur oleh para penjajah, dan bangsa indonesia diharuskan untuk tunduk
terhadap aturan yang telah dibuat penjajah, misalnya diskriminasi rasial yang
menempatkan orang berkulit putih berada di strata teratas sedangkan masyarakat
pribumi sebagai orang rendahan, dan lainnya. Pada waktu itu bangsa Indonesia
hanya mampu untuk memendam semua pikiran dan angan akan cita-cita tentang
kehidupan berbangsa yang diatur oleh bangsa indonesia sendiri tanpa campur tangan
pihak lain.
Namun setelah proklamasi di kumandangkan oleh Ir.
Soekarno pada waktu itu, bangsa indonesia bak dihembuskan angin segar. Banyak
bermunculan pemikir-pemikir hebat yang akan mengelola kehidupan negara
indonesia ini dengan hasil pemikirannya sendiri tanpa campur tangan pihak lain
lagi. Aspek-aspek kehidupan khususnya kehidupan sosial budaya masyarakat
indonesia pun mengalami perubahan yang sangat signifikan.
Perubahan-perubahan yang terjadi dalam berbagai
apsek kehidupan ini khusunya aspek sosial-budaya dilatarbelakangi oleh banyak
hal. Tentunya dengan adanya perubahan yang mendasar dalam berbagai aspek
kehidupan telah banyak membawa kehidupan
masyarakat Indonesia menjadi terarah ke arah yang lebih positif dan baik.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
sajakah penyebab berubahnya sistem kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia
pada masa kemerdekaan?
2. Apa
sajakah perubahan sosial budaya di Indonesia yang terjadi pada masa
kemerdekaan?
C.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui penyebab dari berubahnya sistem kehidupan sosial budaya bangsa
indonesia ini pada masa kemerdekaan.
2. Untuk
mengetahui perubahan yang terjadi khususnya dalam sosial budaya di Indonesia
pada masa kemerdekaan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perubahan sistem kehidupan sosial
budaya bangsa Indonesia masa kemerdekaan.
Proklamasi
kemerdekaan republik Indonesia tanggal 17 agustus 1945 yang sebelumnya
didahului dengan berbagai persiapan dan sidang-sidang para pemimpin politik
indonesia saat itu terutama pada tanggal 29 Mei 1945 dalam sidang yang disebut
BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dibawah
pimpinan Dr. Radjiman. Sidang ini antara lain mempertanyakan dan membahas
tentang apa yang akan jadi asas-asas dasar jika indonesia merdeka. Salah satu
pengagas tentang dasar negara indonesia
adalah Soekarno yang berpidato dalam sidang BPUPKI pada 1 juni 1945, yang
berjalan satu jam tanpa teks menjelaskan dasar asas negara indonesia merdeka
yang kemudian dikenal sebagai pancasila.
Pada
awal masa kemerdekaan seolah merupakan kesempatan bagi masyarakat indonesia
untuk bisa menempatkan diri mereka pada berbagai niche dalam sistem sosial yang terbuka lebar dan meraih kesempatan
atau apa yang mereka cita-citakan. Pada awal kemerdekaan juga seluruh atribut
yang sebelumnya seolah menjadi rintangan atau kendali dalam melakukan hubungan
interpersonal seolah lepas dan setiap anggota masyarakat merasa bebas
menggunakan kata “bung” sebagai atribut untuk mitra interaksi mereka.
Indonesia
memasuki masa revolusi. Menurut Ruskan Abduk Gani, revolusi bersifat
fundamental dalam sistem sosial yang tidak hanya berdasarkan pada keinginan
untuk mengusir penjajah saja, tetapi juga terdapat penjungkirbalikan keadaan.
Sementara anggapan memberi pengertian revolusi sebagai proses perubahan yang
mendadak yang berlangsung cepat, bersifat fundamental dan loyalitas. Satu hal
yang paling mencolok adalah adanya keinginan besar untuk melakukan perubahan
dari sistem masyarakat feodal menjadi
masyarakat demokrasi. Pada masa revolusi ada sesuatu yang tengah
berlangsung dengan membara, yaitu sistem kolonialisme harus diganti dengan
sistem nasional. Hampir semua kekuatan berperan dalam revolusi ini seperti kaum
politisi, pemuda, kekuatan bersenjata, dan massa rakyat. Persoalan pada awal
kemerdekaan indonesia adalah munculnya suasana revolutif yang belum bisa
dikelola oleh para pemimpin, karena disitu baru ditemukan fenomena kekuatan
transformasi kekuatan sangat besar. Nilai yang fundamental dalam revolusi
indonesia adalah kedaulatan rakyat.
Dilihat dari perkembangannya, perubahan – perubahan
yang terjadi sangatlah signifikan. Pasca proklamasi ternyata bangsa Indonesia
memiliki mental yang kuat, dibuktikan dengan pola pikir masyarakat yang berubah
karena adanya keinginan untuk merubah kehidupan ke arah yang lebih maju.
Ternyata sistem – sistem yang sudah ada pada masa
penjajahan Belanda maupun Jepang, membawa pola pikir bangsa Indonesia menjadi
berubah. Penyesuaian terhadap sistem kemerdekaan mengakibatkan masyarakat
melakukan perubahan – perubahan, baik pada sektor ekonomi, pembangunan, ilmu
pengetahuan , sosial dan budaya. Bangsa Indonesia yang awal mulanya dijajah
yang pada masa itu pula segala sendi kehidupan yang ada dipengaruhi oleh
penjajah, setelah proklamasi bangsa Indonesia mulai melangkah menuju kearah
pembanguna dengan usaha dan jerih payah keringat sendiri.
Dengan langkah kemerdekaan yang dicapai, sudah
barang tentu banyak hal yang menanti bangsa Indonesia kedepannya. Dengan status
merdeka sudah secara langsung bangsa Indonesia mampu untuk berkomunikasi dan
berinteraksi dengan dunia luar, karena sudah tidak adanya pengawasan dari pihak
penjajah. Bangsa diluar sana mulai banyak yang mengakui kedaulatan Republik
Indonesia. Seiring dengan interaksi dan komunikasi yang terjalin, bangsa
Indonesia tentu mendapatkan tantangan dari kebudayaan dan corak – corak
kehidupan sosial dari negara lain. Jika tidak berhati – hati bangsa Indonesia
bisa terbawa oleh paham – paham kebangsaan yang ada pada masa itu.
Media informasi ( TV, Radio, Koran dan Majalah )
telah memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia untuk mendapatkan unsur – unsur baru dari luar, dengan adanya
interaksi keluar melalui media massa, sedikit banyak informasi – informasi yang
didapat terlebih dahulu diseleksi lalu kemudian menyerap unsur – unsur budaya
yang sesuai.
Soerjono Soekanto pernah berkata bahwa “ Pembangunan
merupakan suatu proses perubahan yang direncanakan dan dikehendaki “. Oleh
karena itu, kehidupan sosial yang berjalan dinamis sudah barang tentu akan
menggerakan semua sendi – sendi kehidupan pada suatu bangsa yang dimana
didalamnya sudah berhubungan dengan aspek – aspek budaya. Pembangunan yang
dilakukan dikarenakan pola pikir yang berkembang menuntut pola–pola budaya baru
yang dapat membantu terciptanya suatu pembangunan.
Pembangunan dibidang sosial – budaya senantiasa
mendasarkan pada nilai – nilai yang bersumber pada hakikat dan martabat manusia
sebagai makhluk yang beradab. Dengan demikian pembangunan selalu mengangkat
nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia, yang dimana pada awal kemerdekaan
nilai ini dijadikan patokan yaitu Pancasila.
Jika kita lihat dari bangsa Indonesia sendiri ketika
itu, faktor yang mendasari perubahan sosial budaya bangsa Indonesia yaitu
bersumber karena ada revolusi di dalam tubuh masyarakat itu sendiri.
B.
Perubahan
sosial budaya yang terjadi pada masa kemerdekaan.
Perubahan
sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Hal ini sejalan dengan peran
kehidupan sosial dalam pembentukan kebudayaan. Perilaku – perilaku sosial yang
dijalankan, secara langsung akan mempengaruhi sendi – sendi budaya yang ada.
perubahan sosial sudah pasti mengubah budaya, tetapi sebaliknya budaya belum
tentu mengubah kehidupan sosial. Tetapi pada intinya antara perubahan sosial
dan budaya saling mempengaruhi.
Pada masa sebelum merdeka, bangsa Indonesia dijajah
oleh negara Belanda dan Jepang. Pada masa itu terdapat deskriminasi ras di
negara ini. Pada masa Belanda, golongan 1 deberikan kepada orang – orang
Belanda atau Eropa, pada golongan 2 diberikan kepada orang Asia Timur, sedangkan golongan tiga
diberikan kepada masyarakat pribumi. Pada masa pendudukan Jepang, untuk dapat menarik
simpati bangsa Indonesia, Jepang membagi masyarakat menjadi tiga golongan, yang
pertama : golongan 1 orang Jepang, golongan 2 masyarakat pribumi, dan golongan
3 diberikan kepada masyarakat Eropa / Belanda – timur Asing. Dari penggolongan
ini sudah barang tentu dan sangat jelas terlihat bias ras yang terjadi. Dengan
penggolongan ini, antara Hak dan Kewajiban yang dilakukan pun berbeda. Bangsa
Indonesia pada masa ini justru menjadi bangsa yang patuh kepada penjajah, dan
mental bangsa Indonesia pun hanya menjadi pengikut bangsa – bangsa penjajah.
Pengaruh pengklasifikasian sangat mempengaruhi mental bangsa Indonesia.
Dalam kehidupan budaya bangsa Indonesia awal
kemerdekaan, seperti halnya pada dunia pendidikan. Menteri pengajaran masa itu
Ki Hajar Dewantara menginstruksikan pada tiap – tiap sekolah, baik sekolah
dasar, sekolah menengah dan umum untuk selalu menyanyikan lagu Indonesia Raya
pada hari – hari peringatan kenegaraan serta pada saat upacara resmi. Ki Hajar
Dewantara juga menginstruksikan agar ditiap – tiap kelas harus ada bendera
pusaka Merah – Putih. Segala sesuatu yang bercorak Jepang seperti bahasa, lagu,
dan bendera dijauhkan dari hadapan bangsa Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk
memupuk rasa nasionalisme dan rasa cinta tanah air Indonesia yang baru lahir
sejak diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945. Melalui media pendidikan tersebut, menjadikan banyaknya
perubahan-perubahan yang terjadi di berbagai sektor kehidupan terutama di
bidang sosial dan budaya. Ini merupakan sebuah wujud dari langkah awal
masyarakat Indonesia untuk mampu mencapai suatu pembangunan setelah sekian lama
dijajah oleh bangsa lain. Pendidikan pada saat itu menjadi prioritas utama yang
dianggap mampu memberikan kemajuan untuk menghasilkan kader-kader bangsa yang
berintelektual demi membangun Indonesia.
Keadaan yang ada di Indonesia juga tampak lebih aman
daripada sebelum kemerdekaan dicetuskan, walaupun memang masih banyak
pemberontakan dan penindasan yang dilakukan oleh asing terhadap rakyat
Indonesia kerena memang masih adanya pengaruh asing. Dengan keadaan Indonesia
yang lebih aman dari sebelum kemerdekaan, memberikan pengaruh positif bagi
masyarakat Indonesia yaitu untuk melakukan perubahan sosial budaya dengan lebih
leluasa dan terbebas dari asing. Rakyat Indonesia yang tadinya dipekerjakan
paksa oleh penjajah, kini menjadi berani untuk melakukan perlawanan demi
memperjuangkan haknya karena Indonesia telah merdeka sehingga rakyat Indonesia
dapat melakukan perubahan keadaan dirinya sehingga lebih sejahtera.
Dengan terbebasnya Indonesia dari penjajahan asing,
juga memberikan kebebasan yang lebih leluasan kepada rakyat Indonesia yang
ditindas. Rakyat yang sebelumnya dipekerjakan rodi untuk kepentingan
pemerintahan asing, kini dapat memulai hidupnya lebih baik lagi. Mereka tidak
perlu lagi bekerja dengan terpaksa. Rakyat dapat kembali bekerja di sektor
masing-masing seperti yang awalnya menjadi petani, pedagang, dan dengan hasil
dari pertanian tersebut, masyarakat dapat menjualnya dipasar tanpa harus
membayarkan pajak terlebih dahulu kepada pihak asing. Selain itu perekonomian
tak lagi memiliki keterikatan dengan pihak asing. Walaupun perekonomian
Indonesia sempat mengalami keterpurukan pada awal masa kemerdekaan. Terjadi
inflasi akibat ketidakmampuan pemerintah dalam melakukan kontrol terhadap uang
yang beredar di Indonesia.
Selain
itu penggunaan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional terus digalakkan. Dalam
bidang sastra, lahir angkatan 45 yang dipelopori Chairil Anwar dan Idrus. Dalam
seni musik, lahir komponis-komponis berbakat yang menciptakan lagu-lagu bertema
nasionalisme dengan tujuan untuk menanamkan semangat kebangsaan dan
menghilangkan rasa rendah diri sebagai bangsa yang merdeka. Komponis-komponis
tersebut diantaranya Ismail Marzuki karyanya : Gagah Perwira, Gugur Bunga,
Indonesia Pusaka, dan lain-lain. Cornel Simanjuntak dengan karyanya : Teguh
Kukuh Berlapis Baja, Maju Indonesia, Tanah Tumpah Darahku, dan lain-lain.
Kusbini dengan karyanya : Bagimu Negeri, Rela, Pembangunan, dan lin-lain.
Seni lukis juga berkembang dengan dipelopi oleh
Sudjoyono, Agus Djayasumita, Rusli, Soemardjo, Affandi, Basuki Abduklah, dan
lain-lain. Seni drama dari Film dipelopori oleh Dr.Huyung, Usmar Ismail,
Djamaludin Malik, Suryosumanto, Djayakusumo dan lain-lain. Kemudian berkembang
pula media komunikasi terutama surat kabar dengan lahirnya “Persatuan Wartawan
Indonesia” pada tanggal 9 Februari 1946 dengan Mr.Soemanang sebagai ketuanya.
Kemudian pada tanggal 8 Juni 1946 dibentuklah “Serikat Penerbit Surat Kabar”.
Kebudayaan
yang terbangun pada bangsa Indonesia secara bertahap ternyata memberi dampak
yang sangat besar bagi pembentukan mentalitas bangsa Indonesia dalam membangun
negeri. Seperti fakta - fakta yang sudah terjadi, Indonesia dengan jatidirinya
mampu berkontribusi kedunia luar setelah merdeka seperi bergabung kedalam PBB,
menyelenggarakan KAA, menjadi anggota Non – Blok dan Menggagas berdirinya
ASEAN.
BAB III
PENUTUP
Simpulan
Dari makalah ini, kelompok
membahas tentang penyebab berubahnya sistem kehidupan
sosial budaya bangsa Indonesia pada masa kemerdekaan dan perubahan sosial
budaya apa sajakah di Indonesia yang terjadi pada masa kemerdekaan.
Dilihat dari
perkembangannya, perubahan – perubahan yang terjadi sangatlah signifikan. Pasca
proklamasi ternyata bangsa Indonesia memiliki mental yang kuat, dibuktikan
dengan pola pikir masyarakat yang berubah karena adanya keinginan untuk merubah
kehidupan ke arah yang lebih maju. Selain itu kebudayaan yang terbangun pada bangsa
Indonesia secara bertahap ternyata memberi dampak yang sangat besar bagi
pembentukan mentalitas bangsa Indonesia dalam membangun negeri. Seperti fakta -
fakta yang sudah terjadi, Indonesia dengan jatidirinya mampu berkontribusi
kedunia luar setelah merdeka seperi bergabung kedalam PBB, menyelenggarakan
KAA, menjadi anggota Non – Blok dan Menggagas berdirinya ASEAN.
Daftar Pustaka
Boedihartono,
Dkk. 2009. Kebudayaan Indonesia.
Jakarta : Rajawali Press
Soekanto,
Soerjono. 1982. Sosiologi Suatu Pengantar.
Jakarta : CV. Rajawali