Tugas
Mata Kuliah PKLH
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Pabrik Gula Madukismo
![]() |
Disusun Oleh :
Nama : Rizal Bayu Rasyidi Lubis
NIM : 09416244030
Prodi : Pend. IPS (B)
Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi
Universitas Negeri Yogyakarta
Tahun 2010
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas segala rahmat dan
inayahNya saya dapat menyelesaikan Makalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Pabrik Gula Madukismo. Makalah ini disusun dan dipersiapkan untuk memenuhi
tugas pada mata kuliah PKLH. Saya mengucapkan terima kasih kepada :
1.
Bapak Drs. Udia Haris Hadori selaku
pembimbing mata kuliah PKLH
2.
Teman-teman Pend. IPS yang telah
membantu penyelesaian makalah ini.
Serta
semua pihak yang telah membantu memperlancar saya dalam menyelesaikan
penyusunan makalah ini.
Saya
menyadari kekurangan dan keterbatasan saya sebagai penyusun. Untuk itu kritik
dan saran yang membangun dari para pembaca saya harapkan dapat membantu
perbaikan penyusunan makalah dikemudian hari. Semoga makalah yang telah saya
susun ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca.
Yogyakarta,
Juni 2010
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
Segala sesuatu yang ada di muka bumi
ini tidak akan lepas dari lingkungan hidup. Lingkungan merupakan salah satu
faktor penting bagi makhluk hidup untuk dapat bertahan hidup. Lingkungan hidup
merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup,
termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan
kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya (UU No. 23 /
1997). Saat ini banyak terdapat masalah lingkungan hidup yang diakibatkan oleh
berbagai elemen. Masalah lingkungan hidup pada dasarnya timbul karena :
a.
Dinamika penduduk
b.
Pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya
yang kurang bijaksana
c.
Kurang terkendalinya pemanfaatan akan
ilmu pengetahuan dan teknologi
d.
Dampak negatif yang muncul karena
permasalahan ekonomi
e.
Adanya benturan tata ruang
Dewasa
ini banyak industri-industri yang bermunculan di berbagai daerah. Banyak lahan
hijau yang beralih fungsi menjadi lahan industri. Akibatnya lingkungan menjadi
tidak seimbang dan ekosistem yang ada menjadi terancam keberadaannya. Tentunya
hal tersebut memerlukan pemikiran tersendiri agar masalah tersebut tidak
berdampak negatif bagi makhluk hidup. Salah satu upaya yaitu dengan
memperhatikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), karena dengan
memperhatikan AMDAL dapat dilakukan upaya untuk tetap menjaga kelestarian
lingkungan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
(AMDAL)
Analisis
mengenai dampak lingkungan (AMDAL) merupakan kajian mengenai dampak besar dan
penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup
yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha
dan/atau kegiatan. AMDAL merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap
lingkungan hidup, dibuat pada tahap perencanaan, dan digunakan untuk
pengambilan keputusan. Hal-hal yang dikaji dalam proses AMDAL meliputi aspek
fisik-kimia, ekologi, sosial-ekonomi, dan kesehatan masyarakat sebagai
pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.
Analisis
mengenai dampak lingkungan hidup di satu sisi merupakan bagian studi kelayakan
untuk melaksanakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan, dan di sisi lain
merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin melakukan usaha
dan/atau kegiatan. Berdasarkan analisis ini dapat diketahui secara lebih jelas
dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, baik dampak negatif maupun
dampak positif yang akan timbul dari usaha dan/atau kegiatan sehingga dapat
dipersiapkan langakah untuk menanggulangi dampak negatif dan mengembangkan
dampak positif. Untuk mengukur atau menentukan dampak besar dan penting
tersebut, diantaranya digunakan kriteria mengenai :
a.
Besarnya jumlah manusia yang akan
terkena dampak rencana usaha dan/atau kegiatan
b.
Luas wilayah penyebaran dampak
c.
Intensitas dan lamanya dampak
berlangsung
d.
Banyaknya komponen lingkungan hidup lain
yang akan terkena dampak
e.
Sifat kumulatif dampak
f.
Berbalik (reversible) atau tidak
berbaliknya (irreversible) dampak.
Berikut ini jenis usaha dan/atau
kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap
lingkungan hidup, meliputi :
a.
Pengubahan bentuk lahan dan bentang alam
b.
Eksploitasi sumber daya alam baik yang
dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui
c.
Proses dan kegiatan yang secara
potensial dapat menimbulkan pemborosan, pencemaran dan kerusakan lingkungan
hidup, serta kemerosotan sumber daya alam dalam pemenfaatannya
d.
Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat
mempengaruhi lingkungan alam, lingkungan buatan, serta lingkungan sosial dan
budaya
e.
Proses dan kegiatan yang hasilnya akan
dapat mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi sumber daya dan/atau
perlindungan cagar budaya
f.
Introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, jenis
hewan, dan jenis jasad renik
Tujuan
secara umum AMDAL adalah menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan serta
menekan pencemaran sehingga dampak negatifnya menjadi serendah mungkin. Dengan
demikian, AMDAL diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang
pelaksanaan rencana kegiatan yang mempunyai dampak terhadap lingkungan hidup.
Agar pelaksanaan AMDAL berjalan efektif dan dapat mencapai sasaran yang
diharapkan, pengawasannya dikaitkan dengan mekanisme perijinan. Peraturan
pemerintah tentang AMDAL secara jelas menegaskan bahwa AMDAL adalah salah satu
syarat perijinan, dimana para pengambil keputusan wajib mempertimbangkan hasil
studi AMDAL sebelum memberikan izin usaha dan/atau kegiatan. AMDAL digunakan
untuk mengambil keputusan tentang penyelenggaraan / pemberian izin usaha dan/atau
kegiatan.
B. Studi Kasus Pengelolaan Limbah
Pabrik Gula Madukismo, Yogyakarta
Limbah padat yang dihasilkan oleh pabrik gula
Madukismo mempunyai volume yang cukup besar tiap harinya. Selama ini pabrik
membuang limbahnya dengan cara penumpukan (open
dumping). Pabrik membeli sejumlah besar lahan kemudian langsung membuang
limbahnya ditempat itu. Oleh masyarakat sekitar limbah yang dibuang terutama
blotong (ampas tebu) diambil secara cuma-cuma untuk pembuatan asbes, genteng,
pupuk, kompos dan dijadikan bahan bakar industri batu bata, karena blotong ini
masih mengandung sejumlah belerang sehingga baik untuk dijadikan sebagai bahan
bakar. Sebelum blotong dibuang, blotong tersebut dimasukkan dalam open dengan
suhu 105 derajat selama 3 jam. Tujuan blotong dioven untuk mengurangi kadar air
yang terdapat di blotong tersebut, sehingga tidak menimbulkan bau yang sangat
menyengat ketika dibuang.
Kompos adalah bentuk dari bahan-bahan organik
setelah mengalami pembusukan atau disebut pula dekomposisi. Pembusukan ini dapat
berlangsung secara aerobik maupun anaerobik dengan kelebihan dan kekurangannya.
Pengomposan berdasarkan kebutuhan oksigen diklasifikasikan menjadi pengomposan
aerob dan pengomposan anaerob. Pengomposan aerob membutuhkan oksigen sehingga
suhu optimum kompos dapat lebih cepat dicapai, sebaliknya pengomposan anaerob
tidak membutuhkan oksigen sehingga suhu optimum susah dicapai, menimbulkan bau
busuk, dan proses berlangsung lama. Faktor yang mempengaruhi proses pengomposan
antara lain :
1.
Pasokan unsur hara
2.
Ukuran partikel
3.
Kandungan air
4.
Kekuatan struktural
5.
Suhu
6.
Aditif
7.
Keasaman (pH)
Dengan adanya metode tersebut maka
jumlah limbah yang dihasilkan pabrik gula Madukismo sedikit berkurang, sehingga
pencemaran lingkungan yang dihasilkan juga berkurang. Namun yang menjadi
permasalahan pabrik gula Madukismo tersebut tidak berani menginvestasikan uang
untuk mengolah limbah dengan teknologi yang lebih modern. Alasan pabrik
tersebut tidak berani karena penghasilan yang diperoleh tidak sebanding jika digunakan
untuk membayar teknologi dalam memperbaiki masalah limbah tersebut.
Selain keuntungan dari limbah padat,
limbah cair pun memiliki keuntungan. Seperti limbah cair yang dimanfaatkan
petani untuk menyuburkan tanah pertaniannya yang berada di sekitar pabrik gula
Madukismo tersebut.
BAB
III
PENUTUP
Perkembangan
dibidang industri menuntut ketersediaan bahan baku yang semakin meningkat baik
kuantitas maupun kualitasnya. Perkembangan industri menghasilkan dampak negatif
dan dampak positif. Dampak negatifnya berupa limbah-limbah yang dihasilkan
semakin menumpuk, sedangkan dampak positifnya yaitu semakin berkembang dan
bertambahnya produk yang dihasilkan. Dengan demikian, kemajuan di bidang
industri akan menambah beban pada daya dukung lingkungan dan sumber daya alam.
Pabrik gula Madukismo telah meningkatkan
perbaikan dalam masalah limbah-limbah yang ada dipabrik. Diharapkan kepada para
peneliti untuk malakukan inovasi-inovasi baru dalam mengatasi permasalahan
limbah yang ada dalam perindustrian, dan khususnya pada pabrik Madukismo. Agar
limbah yang ada dapat dimanfaatkan secara lebih baik.

Apabila Anda mempunyai kesulitan dalam pemakaian / penggunaan chemical , atau yang berhubungan dengan chemical,oli industri, jangan sungkan untuk menghubungi, kami akan memberikan solusi Chemical yang tepat kepada Anda,mengenai masalah yang berhubungan dengan chemical.Harga
BalasHapusTerjangkau
Cost saving
Solusi
Penawaran spesial
Hemat biaya Energi dan listrik
Mengurangi mikroba & menghilangkan lumut
Salam,
(Tommy.k)
WA:081310849918
Email: Tommy.transcal@gmail.com
Management
OUR SERVICE
1.
Coagulan, nutrisi dan bakteri
Flokulan
Boiler Chemical Cleaning
Cooling tower Chemical Cleaning
Chiller Chemical Cleaning
AHU, Condensor Chemical Cleaning
Chemical Maintenance
Waste Water Treatment Plant Industrial & Domestic (WTP/WWTP/STP)
Garment wash
Eco Loundry
Paper Chemical
Textile Chemical
Degreaser & Floor Cleaner Plant
2.
Oli industri
Oli Hydrolik (penggunaan untuk segala jenis Hydrolik)
Rust remover
Coal & feul oil additive
Cleaning Chemical
Lubricant
3.
Other Chemical
RO Chemical
Hand sanitizer
Disinfectant
Evaporator
Oli Grease
Karung
Synthetic PAO.. GENLUBRIC VG 68 C-PAO
Zinc oxide
Thinner
Macam 2 lem
Alat-alat listrik
Packaging
Pallet
CAT COLD GALVANIZE COMPOUND K 404 CG
Almunium