Culture and Technology
Nama : Hida Mujahida Basori
NIM : 12416241060
Globalisasi dapat dikatakan suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia
dan tidak mengenal batas wilayah, globalisasi pada hakikatnya adalah suatu
proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh
bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan
menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. Dengan kata lain
proses globalisasi akan berdampak melampaui batas-batas kebangsaan dan
kenegaraan. Sebagai sebuah proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi,
dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan dimensi waktu. Dimensi
ruang yang dapat diartikan jarak semakin dekat atau dipersempit sedangkan waktu
makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Hal ini
tentunya tidak terlepas dari dukungan pesatnya laju perkembangan teknologi yang
semakin canggih khususnya teknologi informasi dan komunikasi. Pengglobal
positif memuji kebaikan desa global , instan , komunikasi di seluruh dunia dan
banyaknya suara yang dapat didengar . Kita tidak lagi tunduk pada paternalisme
dan elitisme sistem penyiaran nasional itu yang harus menjawab tantangan global
dengan bentuk- bentuk program baru. Pengglobal Pesimistis juga memeriksa
struktur , dan fokus pada peningkatan ketidaksetaraan dan kekuatan tidak
akuntabel dan berkembang dari perusahaan-perusahaan media global . Sebuah
varian penting adalah Schillers Thess imperialisme budaya , yang menunjuk ke
homogenisasi budaya global dan melihat ini sebagai beroperasi untuk kepentingan
Amerika Serikat.
Tradisionalis fokus pada kesinambungan untuk lokal,nasional,budaya. Mereka
menunjuk ke batas yang mendalam untuk penyiaran global, dan ketahanan pelayanan
publik dan televisi nasional . Sifat nasional pers dan badan pengawas mendukung
argumen . Kasus telegraf memperingatkan kita bahwa teknologi digital dan
internet , dalam hal sosial , barangkali bukan hal baru .
Teknologi dan Kebudayaan sangat erat kaitannya dalam
kehidupan manusia. Teknologi itu sendiri merupakan perkembangan suatu
media/alat guna memproses serta mengendalikan suatu masalah secara lebih
efektif dan efisien. Perkembangan teknologi yang sangat pesat dan evolutif ini,
membuat barang – barang hasil teknologi sangat mudah kita jumpai. Barang-barang
teknologi kini pun sudah menjadi sebuah kebutuhan sekaligus gaya hidup manusia
dalam kesehariannya. Apalagi di era Industrialisasi seperti sekarang ini,
pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi. Sebab dalam hal ini
teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri.
Teknologi
informasi dan komunikasi adalah pendukung utama bagi terselenggaranya
globalisasi. Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, informasi
dalam bentuk apapun dan untuk berbagai kepentingan, dapat disebarluaskan dengan
mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup
hingga budaya suatu bangsa. Kecepatan arus informasi yang dengan cepat
membanjiri kita seolah-olah tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk
menyerapnya dengan filter mental dan sikap kritis. Makin canggih dukungan
teknologi tersebut, makin besar pula arus informasi dapat dialirkan dengan
jangkauan dan dampak global. Oleh karena itu selama ini dikenal asas “kebebasan
arus informasi” berupa proses dua arah yang cukup berimbang yang dapat saling
memberikan pengaruh satu sama lain.
Namun perlu
diingat, pengaruh globalisasi dengan dukungan teknologi informasi dan
komunikasi meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif.
Pengaruh positif yang dapat dirasakan dengan adanya TIK adalah peningkatan
kecepatan, ketepatan, akurasi dan kemudahan yang memberikan efisiensi dalam
berbagai bidang khususnya dalam masalah waktu, tenaga dan biaya. Sedangkan
pengaruh negatif yang bisa muncul karena adanya teknologi informasi dan
komunikasi, misalnya dari globalisasi aspek ekonomi, terbukanya pasar bebas
memungkinkan produk luar negeri masuk dengan mudahnya. Dengan banyaknya produk
luar negeri dan ditambahnya harga yang relatif lebih murah dapat mengurangi
rasa kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri. Dengan hilangnya rasa
cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa
nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia
Pada
hakikatnya teknologi diciptakan, sejak dulu hingga sekarang ditujukan untuk
membantu dan memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, baik pada
saat manusia bekerja, berkomunikasi, bahkan untuk mengatasi berbagai persoalan
pelik yang timbul di masyarakat. TIK tidak hanya membantu dan mempermudah
manusia tetapi juga menawarkan cara-cara baru di dalam melakukan
aktivitas-aktivitas tersebut sehingga dapat mempengaruhi budaya masyarakat yang
sudah tertanam sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar