Senin, 25 April 2016

MANAJEMEN KURIKULUM


MANAJEMEN KURIKULUM
Menurut Suharsimi Arikunto (2000 : 8) yag dimaksud dengan manajemen kurikulum adalah penerapan jenis kegiatan dan fungsi manajemen (perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian) dalam kurikulum.
Proses utama manajemen kuriulum :
1.      Perencanaan Kurikulum
Perencanaan kurikulum harus memperhatikan karakteristik kurikulum yang baik, baik dari segi isi, pengorganisasian maupun peluang-peluang untuk menciptakan pembelajaran yang baik akan mudah diwujudkan oleh pelaksana kurikulum dalam hal ini guru.
Secara lebih rinci perencanaan kurikulum dalam konteks Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dapat dibedakan perencanaan kurikulum di tingkat nasional (pusat) dan tingkat institusional sekolah. Pada tingkat nasional (pusat) merencanakan tujuan pendidikan, Standar isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta pedoman-pedoman peaksanaan yang dilaksanakan di sekolah yang meliputi Struktur program (susunan mata pelajaran dan alokasi waktu), Pedoman menyusun kalender pendidikan, Pedoman menyusun jadwal pelajaran, dll. Pada Tingkat sekolah merencanakan Program tahunan, Program semester, Silabus, Satuan pelajaran, Jadwal pelajaran sekolah, dll
2.      Pelekasnaan Kurikulum
Dalam pelakasanan kurikulum guru mempunyai hak penuh untuk mengaplikasikan rencana-rencana yang telah dibuat baik dalam bentuk persiapan mengajar, silabus, program semester, programtahunan, maupun rencana lain kedalam proses pembelajaran.
3.      Evaluasi Kurikulum
Penilaian kurikulum dimaksudkan untuk melihat atau menaksir keefektifan kurikulum yang digunakan oleh guru yang mengaplikasikan kurikulum tersebut. Evaluasi kurikulum dapat dijadikan umpan balik apakah tujuan kurikulum sudah tercapai secara maksimal. Secara garis besar evaluasi kurikulum disekolah dapat dibedakan atas (1) evaluasi formatif, yaitu evaluasi yang dilakukan oleh guru setelah pokok bahasan selesai dipelajari oleh siswa, dan (2) evaluasi sumatif yaitu evaluasi yang dilakukan oleh guru setelah satu jangka waktu tertentu.
4.      Pengembangan Kurikulum
Pengembangan kurikulum merupakan sebuah istilah dalam rangka perubahan kurikulum (membuat atau merubah) yang terjadi karena adanya perkembangan kehidupan masyarakat dan IPTEKS.
Pengembangan kurikulum sangat diperlukan untuk merespon perkembangan IPTEKS, perubahan sosial diluar sistem pendidikan, pemenuhan kebutuhan siswa, kemajuan-kemajuan dalam pendidikan, dan perubahan sistem pendidikan.
Dengan adanya kegiatan pengembangan kurikulum maka diharapkan akan dapat menghasilkan kurikulum yang memenuhi persyaratan antaralain:
1)   Obyektif : memiliki tujuan yang jelas dan operasional yang bertalain dengan tujuan tingkahlaku yang dapat diamati dan dapat diukur.
2)   Realistik : berdasarkan kenyataan yang ada di lapangan dimana proses interaksi komunikasi antara tenaga kependidikan dan peserta didik yang pada gilirannya membuahkan kesadaran yang tinggi.
3)   Serasi : memiliki kesesuaian yang memadai dengan kebutuhan kebutuhan peserta didik , tenaga kependidikan, situasi dan kondisi masyarakat yang sedang mengalami perubahan cepat, serta nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.
4)   Koherensi : semua unsur kurikulum, antara satu dengan yang lain memiliki keserasian yang harmonis.
5)   Aplikatif : kurikulum tersebut dapat diterapkan dilapangan (sekolah dan luar sekolah).
6)   Generatif : kurikulum diperuntukkan bagi semua orang, dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan, tak ada permasalahan yang menyangkut kesukuan, perbedaan agama, perbedaan pandangan politik, dll.
7)   Keberhasilan : kurikulum tersebut dapat memberikan hasil yang diharapkansesuai tujuan yang ditetapkan.
8)   Inovatif : senantiasa maju dan mengikuti kemajuan seiring dengan kemajuan masyarakat, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
9)   Konstruktif : kurikulum tersebut berorientasi pada pembangunan.
10)                   Ketersembunyian : kurikulum tersebut juga mempertimbangkan kemungkinan adanya hal-hal yang masih tersembunyi, yang mungkin pada suatu waktu atau situasi tertentu akan muncul hal yang berpengaruh terhadap siswa memberikan dampak yang lebih besar atau lebih bermanfaat bagi siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar