Senin, 25 April 2016

TEORI DAN MODEL DEMOKRASI


TEORI DAN MODEL DEMOKRASI
Salah satu pemikiran dibidang demokrasi (Goldman, 2009) menyatakan bahwa demokrasi merupakan suatu bentuk pemerintahan yang menekankan pada prosedur yang memungkinkan warga bangsa mengendalikan bagaimana keputusan dalam pemerintahan dilakukan.
Teori demokrasi prosedural menetapkan prinsip-prinsip bagaimana pemerintah harus mengambil keputusan.prinsip tersebut menjawab tiga persoalan. Yaitu:
a.       Siapa yang harus berpartisipasi dalam pengambilan keputusan
b.      Seberapa banyak partisipasi harus dilibatkan
c.       Seberapa besar jumlah suara yang diperlukan untuk mengambil keputusan\
Prinsip partisipasi umum menekankan bahwa dalam masyarakat yang demokratis, setiap individu harus berpartisipasi dalam pengambilan keputusan . makna partisipasi adalah setiap individu memiliki hak dan kewajiban memberikan suara sebagai perwujudan partisipasi dalam pengamilan keputusan.
Teori Demokrasi
            Suatu teori demokrasi harus bisa menjelaskan perubahan perilaku politik yang terjadi baik dikalangan elit maupun dikalangan masa. Teori demokrasi dapat dilihat dari perspektif waktu yang terdiri dari teori klasik dan teori kontemporer.
            Teori klasik demokrasi memiliki 3 makna sekaligus yaitu :
1.      Demokrasi sebagai sumber otoritas negara, yang berasa di tangan rakyat, atau merupakan kekuasaan rakyat.
2.      Demokrasi sebagai tujuan dari pemerintah untuk menyediakan kebutuhan rakyat.
3.      Demokrasi sebagai metode untuk memilih pemimpin politik oleh rakyat.
Teori kontemporer terdiiri dari teori protektif dan teori pluralist. Teori demokrasi protektif merupakan teori yang menjelaskan bagaimana negara memberikan jaminan akan berlangsungnya persaingan bebas dan jaminan akan hak hak kepemilikan bagi setiap individu. teori demokrasi protektif merupakan nama lain nama lain dari demokrasi elitis. Artinya, pemerintahan yang demokratis dimana para kaum elit dan biasanya adalah mereka para kaum kapitalis memegang kekuasaan pemerintahan. Teori demokarasi kontemporer yang lain adalah teori pluralist, yang menjelaskan bahwa pemerintahan akan diperoleh lewat kompetisi dalam bentuk pemilihan. Dalam teori pluralist tidak menuntut warga negaranya untuk menguasai banyak pengetahuan, melainkan menuntut warga masyarakat tertentu memiliki kemampuan tertentu. Dengan bahasa lain teori demokrasi ini membatasi peran mayoritas, dengan memberikan kesempatan kepada mereka yang memiliki pengetahuan dan kemampuan meskipun mereka minoritas. Jadi, the right man on the right place merupakan prinsip demokrasi pluralist.
Model-model Demokrasi
Terdapat 3 model demokrasi, yaitu : Demokrasi Liberal, Demokrasi Elit dan Demokrasi Kerakyatan atau Demokrasi Partisipasi.
Model demokrasi liberal memberikankebebasan individu untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Model demokrasi elitis merupakan demokrasi yang menekankan bahwa  pemerintah akan kuat dan baik apabila berasa di tangan mereka yang memiliki keahlian dibidangnya.
Model demokrasi kerakyatan memiliki tujuan pokok memaksimalkan partisipasi masyarakat dalam proses politik. Partisipasi masyarakat yang tinggi akan menghasilkan keputusan yang akan mengarah secara kuat bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara umum.
Tidak ada satu model demokrasi yang bisa diterima semua pihak. Berdasarkan perspektif bagaimana pemerintahan diorganisir dan bagaimana hak-hak individu dijamin dan dipertahankan dapat dikatakan bahwa demokrasi memiliki arti berbeda-beda bagi masyarakat yang berbeda-beda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar