Senin, 25 April 2016

Republik Turki


Nama
: Hida Mujahida Basori
NIM
: 12416241060
Kelas
: Pendidikan IPS B 2012

Republik Turki
Pada tugas matakuliah negara dan bangsa saat ini saya mengangkat sebuah negara yang menurut saya termasuk negara yang memiliki keistimewaan yaitu negara turki. Republik turki merupakan suatu negara besar di kawasan eurasia. Ibu kotanya berada di ankara namun kota terpenting dan terbesar adalah istambul. Kawasan yang terdiri dari turki modern telah menyaksikan kelahiran peradaban-peradaban utama, termasuk kekaisaran bizantium dan kekhalifahan turki utsmani. Disebabkan oleh lokasinya yang strategis di persilangan dua benua, budaya turki merupakan campuran budaya timur dan barat yang unik yang sering diperkenalkan sebagai jembatan dua buah peradaban.
Turki adalah Negara yang terletak di dua benua, sebagian wilayah Turki masuk wilayah benua Eropa dan sebagian lagi terletak di benua Asia yang mejadikan Turki menjadi Negara dengan budaya dan iklim Eropa namun tetap bercitarasa Asia. Dua wilayah Turki tersebut dipisahkan oleh Selat Bosphorus yang menghubungkan antara laut Mediterania dan laut hitam, sementara untuk menghubungkan transportasi antara sisi Turki bagian Eropa dengan sisi bagian Asia dibangun jembatan yang dikenal dengan Bosphorus Bridge.
Turki memiliki latar belakang sejarah yang panjang dimana turki pernah menjadi ajag perebutan kekuasaan atau pengalihan kekuasaan, seperti kerajaan Romawi Timur atau Bizantium, Dinasti Seljuk, Dinasti Ottoman hingga akhirnya menjadi Turki yang modern dibawah pimpnan Mustafa Kemal Ataturk. Transisi perpindahan kekuasaan inilah yang mengakibatkan Turki memiliki kekayaan khasanah berbagai peradaban. Disamping itu adanya daya tarik pesona keindahan alam yang eksotik menjadikan Turki sebagai kawasan yang cukup menarik perhatian banyak wisatawan donmestik maupun wisatawa mancanegara. Daya tarik pesona alam ini dilatarbelakangi karena keadaan iklim, curah hujan, serta letak dan keadaan geografis Turki.
Dalam sejarah umat Islam, Turki memiliki peranan yang sangat penting, terutama dalam pengembangan wilayah Islam. Turki pernah menjadi negara adikuasa di dunia, yaitu ketika berada di puncak keemasannya pada masa kerajaan Usmani. Turki Usmani berhasil menaklukkan Konstantinopel, mengakhiri kekuasaan Kekaisaran Romawi dan selanjutnya membawa Islam ke Eropa. Penaklukan Konstantiopel 1453 terjadi pada masa pemerintahan Muhammad II (1451-1481) yang terkenal dengan gelar al-Fatih. Puncak keemasaan Kerajaan Usmani terjadi pada masa pemerintahan Sulayman I yang berhasil menyatukan wilayah-wilayah meliputi Afrika utara, mesir Hijaz, Irak, Armenia, Asia Kecil, Krime, Balkan, Yunani, Bulgaria, Bosnia, Hongaria, Rumania, sampai ke batas sungai Danube dengan tiga lautan, yakni Laut Merah, Laut Tengah dan Laut Hitam.
Istanbul merupakan kota terbesar di Turki, kota ini pernah menjadi Ibukota Turki sebelum kemudian dipindahkan ke kota Ankara. Menjelajah Istanbul kita akan mengenang masa kejayaan Kesultanan Islam Utsmaniyah atau dikenal juga dengan Kekaisaran Ottoman (Tahun 1299 - 1923 Masehi) yang menjadi simbol kejayaan Islam masa itu. Salah satu tempat  penting yang menjadi kebanggan dari kota Istanbul adalah istana-istana warisan kekaisaran. Di antara istana yang menarik perhatian para wisatawan adalah Istana Topkapi. Istana ini dulunya merupakan kediaman resmi kesultanan Utsmaniyah atau yang dikenal dengan sebutan kekaisaran Turki Ottoman selama lebih dari 400 tahun, mulai dari tahun 1465 hingga 1856. Pembangunan istana ini dimulai tahun 1459 atas perintah sultan mehmed dua. Pada puncaknya, istana ini dihuni oleh 4.000 orang. Untuk mendokumentasi catatan sejarah, sejak tahunm 1924, istana ini berubah fungsi sebagai museum.
Koleksi yang paling menarik dari istana ini, terutama bagi umat islam adalah benda-benda peninggalan milik Nabi Muhammad S.A.W yang tersimpan di Paviliun Relikui Suci. Dengan koleksi tersebut, tak sedikit biro perjalanan haji dan umroh di Indonesia yang memasukan kota Istanbul dalam paket perjalanan umroh. Koleksi barang peninggalan nabi muhammad tersebut meliputi pedagang hitam, mantel, gigi, bakiak, tasbih kayu, bendera, cambuk, segenggam janggut, sajadah, tongkat, busur panah, sabuk, stempel dan lainnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar