UJIAN TENGAH
SEMESTER
Mata Kuliah
Kebencanaan
Dosen
Pengampu:
Sugiharyanto, M.Si.
Disusun
Oleh:
|
Hida Mujahida Basori
|
12416241060
|
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS
ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS
NEGERI YOGYAKARTA
2014
Ujian Tengah Semester
Mata Kuliah Kebencanaan
Dosen Pengampu : Sugiharyanto, M.Si
Hida Mujahida Basori (12416241060)
Jurusan Pendidikan IPS
Soal
1.
Mengapa sering terjadi gempa bumi?
2.
Mengapa bencana puting beliung di
Indonesia relatif kecil dibanding tornado
3.
Jelaskan langkah-langkah dari manajemen
tanah longsor, gempa, dan angin.
Jawaban
1.
Di indonesia sering terjadi gempa bumi
dikarenakan Indonesia merupakan suatu daerah yang menjadi tempat pertemuan
beberapa lempeng. Gempa bumi yang diakibatkan karena oergerakan lempeng bumi
disebut dengan gempa tektonik. Daerah – daerah yang berpotensi terjadinya gempa
diantaranya daerah yang membentang mulai dari Asia dan Australia, lalu asia
hingga pasifik, sehingga hampir seluruh wilayah Indonesia memang daerah yang
rawan terjadi gempa bumi. Hingga saat ini belum ada alat yang dapat mendeteksi
pergerakan lempeng di bumi, mulai dari kekuatan pergeseran, kecepatan, peluang
tumbukan, sampai pada kapan tumbukan tersebut terjadi. Itulah sebabnya mengapa
gempa tektonik sulit di prediksi.
Selain
gempa tektonik, indonesia juga rawan mengalami gempa vulkanik. Gempa vulkanik
terjadi akibat tingginya aktivitas gunung berapi. Namun, tidak seperti gempa
tektonik yang kekuatannya bisa sangat menghancurkan, gempa vulkanik biasanya
terjadi di sekitar lokasi guning berapi tersebut.terjadinya gempabumi vulkanik
ini dapat dijadikan sebagai indikator keaktifan sebuah gunung berapi.
2.
Tornado adalah gangguan atmosfera yang
cukup hebat, meskipun sistem cuacanya ditandai dar peta-peta synoptic.
Aktivitas tornado ini berkidar diatas suatu daerah dengan diameter kurang dari
seratus meter, atau kadang kadang mencapai 1 km.
Tornado
merupakan putaran kencang dari suatu kolom udara yang tebentuk dari awan
cumuliform yang telah menyentuh tanah seperti corong awan dan kerap
disertai badai dan petir atau betu es. Tornado terbentuk dari masaa udara yang
labil ynag berputar dengan cepat mengelilingi suatu pusat tekanan rendah (mata)
dan bergerak naik. Tornado besar hanya memiliki ukuran 500 meter dan tornado
kecil 50 meter. Tercatat dengan meggunakan radar doppler, kecepatan angin
tornado sebesar 318 mil/jam atau 509 km/jam.
Tornado
biasa muncul pada musim panas dan musim semi pada daerah lintang tinggi
khususnya di Amerika barat-tengah . Tornado dapat menyerang setiap saat, tapi
frekuensi maksimum antara bulan april-september saat sore dan malam hari
15.00-21.00. pada april-september posisi matahari sedang perjalanan menjelajah
lintang utara yang berarti terjadi perubahan tekanan. Dari tekanan rendah ke
tinggi menimbulkan massa udara yang tdak stabil. Terutama saat udara yang
menjadi hangat dan lembab di dekat permukaan bertemu udara kering dan dingin
yang mendorong udara hangat dan lembab seperti irisan.
Tornado
dapat muncul di seluruh penjuru dunia. Kemunculan yang paling sering dan
merusak di Amerika Serikat (sektar 90% tornado duna terjadi di AS). Wilayah
yang potensi tornado di AS adalah Colorado,kansas, oklahoma, netraska, S.
Dakota, minesoka, texas wilayah ini dikenal dengan tornado alley. Tornado sering muncul di tornado alley
disebabkan topografi wilayah berupa pegunungan Rocky sampai ke daerah barat dan
teluk Mexico sampai ke daerah selatan . Saat musim semi, arus barat kuat
mengalir melewati Tornado Alley, menimbulkan ketidakseimbangan dan palung
tekanan rendah yang hangat dan udara basah didalamnya yang berasal dari
teluk. Keadaan ini merupakan kondisi untuk supersel (badai besar dan kuat
) penyebab tornado.
3.
Manajemen penanggulangan bencana dapat didefinisikan
sebagai segala upaya atau kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka upaya
pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat dan pemulihan berkaitan
dengan bencana yang dilakukan pada tahapan sebelum, saat dan setelah bencana.
Manajemen penanggulangan bencana
merupakan suatu proses yang dinamis, yang dikembangkan dari fungsi manajemen
klasik yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pembagian tugas,
pengendalian dan pengawasan. Proses tersebut juga melibatkan berbagai macam
organisasi yang harus bekerjasama untuk melakukan pencegahan. mitigasi,
kesiapsiagaan, tanggap darurat. dan pemulihan akibat bencana.
Untuk daerah yang sering tertimpa
bencana sebaiknya menerapkan tahapan-tahapan kerja yng lebih mendetail. Setiap
tahapan itu adalah :
1.
Riset: pelajari
fenomena alam yang akan terjadi secara umum atau khusus di satu daerah. Kontur
tanah hingga letak geografis suatu daerah menjadi pengaruh utama penanganan ke
depan. Dalam bencana tanah longsor, gempa, dan angin topan, kita harus
meneliti bagaimana kondisi yang ada di daerah tersebut.
2.
Analisis Kerawanan dan
Kajian Risiko (Vulnerabilities Analysis and Risk Assessment): ada
beberapa variabel yang bisa menyebabkan bencana ataupun keadaan darurat terjadi
di satu daerah. Matriks atas variabel ini patut didaftar untuk kemudian dikaji
risiko atau dampaknya jika satu variabel atau paduan beberapa variabel terjadi.
3.
Sosialisasi dan Kesiapan
Masyarakat: pengetahuan atas fenomena alam hingga tindakan
antisipatif setiap anggota masyarakat menjadi suatu hal mutlak dilakukan oleh
Pemerintah ataupun kalangan akademisi yang telah melakukan kajian-kajian dan
pemantauan atas fenomena alam di daerahnya.
4.
Mitigasi atau
persiapan mendekati terjadinya bencana atau keadaan darurat.
5.
Warning atau peringatan bencana: peringatan terhadap datangnya bencana
sangat penting diakukan untuk meminimalisir kerugian dampak bencana tersebut. Tindakan
memaksa selayaknya juga diterapkan, tentu ada sosialisasi tindakan ini harus
diambil, jauh sebelum bencana ini terdeteksi. Teriakan melalui pengeras suara
masjid ataupun kentongan hingga SMS Blast ke setiap pemilik telepon selular di
daerah tersebut bisa menjadi alternatif peringatan bagi warga masyarakat.
6.
Tindakan Penyelamatan: jika yang
terjadi adalah angin puting beliung, tentulah tempat paling aman berada di
bawah tanah dengan kedalaman dan persiapan logistik yang memadai.
7.
Komunikasi: faktor
komunikasi tetap harus terjaga, yang bisa dilakukan dengan sistem telepon
satelit (lihat http://www.psn.co.id untuk
alat komunikasi langsung ke satelit), agar bala-bantuan hingga kepastian
keadaan sesaat setelah terjadi bencana bisa terdeteksi dari Jakarta ataupun
pusat pemerintah provinsi.
8.
Penanganan Darurat: jika ada
anggota masyarakat yang memerlukan perawatan medis ataupun ada anggota
masyarakat yang dinyatakan hilang, kesiapan regu penyelamat harus terkoordinasi
dengan baik.
9.
Keberlangsungan Penanganan, upaya yang
berkelanjutan adalah kewajiban pemerintah daerah ataupun pusat dengan selalu
berkoordinasi di lapangan.
10.
Upaya Perbaikan: tahapan
pasca-bencana ataupun pasca-keadaan darurat adalah “proses pengobatan” yang
memakan waktu lama.
11.
Pelatihan dan Pendidikan: untuk
mendapatkan hasil terbaik untuk mengantisipasi hingga mengupayakan perbaika
pasca-bencana, setiap daerah harus memiliki petugas-petugas yang cakap dan
berpengetahuan. Untuk itu diperlukan pendidikan dan pelatihan yang selalu
sejalan dengan penemuan teknologi penanganan bencana termutakhir.
12.
Simulasi: setelah
memiliki petugas yang cakap dan berpengetahuan, setiap daerah harus
melaksanakan simulasi penanganan bencana atapun keadaan darurat agar setiap
anggota masyarakat bisa mengantisipasi hingga menyelamatkan diri dan anggota
keluarganya , sehingga beban daerah ataupun kerugian pribadi dapat
diminimalisasi.
A. Tanah Longsor
Tanah longsor adalah tanah yang turun atau jatuh dari tempat yang tinggi ke
tempatyang lebih rendah. Masalahnya jika ada orang atau pemukiman di atas tanah
yang longsoratau di bawah tanah yang jatuh maka sangat berbahaya. Tidak hanya
tanah saja yanglongsor karena batu, pohon, pasir, dan lain sebagainya bisa ikut
longsor menghancurkanapa saja yang ada di bawahnya.
Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi
yangterjadi karena pergerakan asa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan
jenis sepertijatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian
longsor disebabkanoleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor
pendorong adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri,
sedangkan faktor pemicu adalahfaktor yang menyebabkan bergeraknya material
tersebut. Meskipun penyebab utamakejadian ini adalah gravitasi yang
mempengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pulafaktor-faktor lainnya
yang turut berpengaruh
:Erosi yang disebabkan sungai - sungai atau gelombang laut
yang menciptakanlereng-lereng yang terlalu curam lereng dari bebatuan dan
tanah diperlemah melaluisaturasi yang diakibatkan hujan lebat gempa bumi
menyebabkan tekanan yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng yang lemah
gunung berapi menciptakansimpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran
debu-debu getaran dari mesin, lalulintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan
petir berat yang terlalu berlebihan,misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju
Tanah longsor seringkali dipicu
oleh curah hujan tinggi dan terjadi selama beberapa hari. Struktur tanah yang
labil sangat mudah mengalami longsor hingga mengakibatkan bencana khususnya
bagi masyarakat yang berada di posisi lebih rendah. Tanah longsor juga dapat
dipicu oleh getaran gempa hingga merontokkan struktur tanah di atas.
Anda dan masyarakat di pegunungan
atau perbukitan harus memperhatikan tempat sekeliling Anda tinggal dan
berkonsultasi dengan ahli terkait dengan kondisi tempat tinggal Anda.
Apa yang dilakukan sebelum
terjadi tanah longsor
a) Waspada terhadap curah hujan yang tinggi
b) Persiapkan dukungan logistik
c) Makanan siap saji dan minuman
d) Lampu senter dan
baterai cadangan
e) Uang tunai secukupnya
f) Obat-obatan khusus sesuai pemakai
g) Simak informasi dari radio mengenai informasi hujan dan
kemungkinan tanah longsor.
h) Apabila pihak berwenang menginstruksikan untuk evakuasi,
segera lakukan hal tersebut.
Apa yang dilakukan pada saat
terjadi tanah longsor
a) Apabila Anda di dalam rumah dan terdengar suara gemuruh,
segera ke luar cari tempat lapang dan tanpa penghalang
b) Apabila Anda di luar, cari tempat yang lapang dan
perhatikan sisi tebih atau tanah yang mengalami longsor.
c) Apa yang dilakukan sesudah terjadi tanah longsor
d) Jangan segera kembali ke rumah Anda, perhatikan apakah
longsor susulan masih akan terjadi.
e) Apabila Anda diminta untuk membantu proses evakuasi,
gunakan sepatu khusus dan peralatan yang menjamin keselamatan Anda.
f) Perhatikan kondisi tanah sebagai pijakan yang kokoh bagi
langkah Anda.
g) Apabila harus menghadapi reruntuhan bangunan untuk
menyelamatkan korban, pastikan tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk atau
menunggu pihak berwenang untuk melakukan evakuasi korban.
B.
Gempa Bumi
Antisipasi
yang harus dilakukan bagi masyarakat luas adalah apa dan bagaimanacara
menghadapi kejadian gempa, pada saat dan sesudah gempa terjadi. Beberapa
sarandalam menghadapi kejadian gempa adalah sebagai berikut:
Sebelum
terjadi gempa
a)
Mengetahui secara teliti jalan-jalan keluar masuk
dalam keadaan darurat di manapun kita berada. Ingat gempa dapat terjadi
sewaktu-waktu.
b)
Meletakkan barang-barang yang berat di tempat yang
stabil dan tidak tergantung.
c)
Matikan segera lampu, kompor minyak atau gas serta
listrik agar terhindar daribahaya kebakaran.
Saat terjadi
gempa
Jika berada
di dalam ruangan: diamlah sejenak, jangan panik dan segeralah keluardari
bangunan. Secepatnya mencari perlindungan di bawah meja atau di dekat pintu.
Jauhitempat-tempat yang mungkin mengakibatkan luka seperti kaca, pipa gas atau
benda-bendatergantung yang mungkin akan jatuh menimpa.Jika berada di luar
rumah: tinggallah atau carilah tempat yang bebas dari bangunan-bangunan, pohon
atau dinding. Jangan memasuki bangunan meskipun getaran gempasudah berhenti
karena tidak mustahil runtuhan bangunan masih dapat terjadi.Jika berada di
tengah keramaian: janganlah turut berdesak-desakan mencari jalan
keluar,meskipun orang-orang yang panik mempunyai keinginan yang sama. Carilah
tempat yangtidak akan kejatuhan runtuhan.Jika berada dalam bangunan tinggi:
secepatnya mencari perlindungan di bawahmeja dan jauhilah jendela atau dinding
luar bangunan. Tetaplah berada di lantai di manakamu berada ketika gempa
terjadi, dan jangan gunakan elevator atau lift yang ada.Jika sedang mengendarai
kendaraan: hentikan kendaraan kamu dan tetaplah berada didalam mobil dan
pinggirkanlah mobil kamu. Jangan berhenti di atas jembatan, atau dibawah jalan
layang. Jika gempa sudah berhenti, janganlah langsung melintasi jalan
layangatau jembatan yang membentang, sebelum dipastikan kondisinya aman.
Setelah
terjadi gempa
a)
Tetap menggunakan alas kaki untuk menghindari
pecahan-pecahan kaca ataubahan-bahan yang merusak kaki.
b)
Periksalah apakah kamu mendapat luka yang memerlukan
perawatan segera.
c)
Periksalah aliran/pipa gas yang ada apakah terjadi
kebocoran. Jika tercium bau gasusahakan segera menutup sumbernya dan jangan
sekali-kali menyalakan api danmerokok.
d)
Periksalah kerusakan yang mungkin terjadi pada
bangunan.
e)
Dengarkan informasi melalui televisi, radio, telepon
yang biasanya disiarkan olehpemerintah, bila hal ini memungkinkan.
f)
Bersiaplah menghadapi kemungkinan terjadinya
gempa-gempa susulan. Dan berdoaagar terhindar dari bencana yang lebih parah.
C.
Angin Puting Beliung / Angin Ribut
Angin puting
beliung adalah angin dengan kecepatan tinggi yang berhembus disuatu daerah yang
dapat merusak berbagai benda yang ada di permukaan tanah. Anginyang sangat
besar seperti badai, tornado, dan lain-lain bisa menerbangkan benda-bendaserta
merobohkan bangunan yang ada sehingga sangat berbahaya bagi manusia.Puting
Beliung secara resmi digambarkan secara singkat olehNational WeatherService
Amerika Serikat seperti tornado yang melintasi perairan. Namun, para
penelitiumumnya mencirikan puting beliung "cuaca sedang" berasal
dari puting beliung tornado.Puting beliung cuaca sedang sedikit perusak
namun sangat jauh dari umumnya danmemiliki dinamik yang sama dengansetan debu
dan landspout. Mereka terbentuk saatbarisan awan cumulus congestus menjulang di
perairan tropis dan semitropis. Angin inimemiliki angin yang secara relatif
lemah, dinding berlapis lancar, dan umumnya melajusangat pelan. Angin ini
sangat sering terjadi di Florida Keys.Puting Beliung Tornado merupakan secara
harafiah sebutan untuk "tornado yangmelintasi perairan". Angin ini
dapat terbentuk melintasi perairan seperti tornadomesosiklon, atau menjadi
tornado darat yang melintas keluar perairan. Sejak angin ini terbentuk dari
badai petir perusak dan dapat menjadi jauh lebih dahsyat, kencang, danbertahan
lebih lama daripada puting beliung cuaca sedang, angin ini dianggap jauh
lebihmembahayakan.
Upaya Penanggulangan
• Sebelum Datangnya Angin
a) Dengar
dan simaklah siaran radio atau televisi menyangkut prakiraan terkini cuaca
setempat
b) Waspadalah
terhadap perubahan cuaca
c) Waspadalah
terhadap angin topan yang mendekat.
d) Waspadalah
terhadap tanda tanda bahaya sebagai berikut:
e) Langit
gelap, sering berwarna kehijauan.
f) Hujan
es dengan butiran besar
g) Awan
rendah, hitam, besar, seringkali bergerak berputar
h) Suara
keras seperti bunyi kereta api cepat
i) Bersiaplah
untuk ke tempat perlindungan ( bunker ) bila ada angin topan mendekat
• Saat Datangnya Angin
a. Bila
dalam keadaan bahaya segeralah ke tempat perlindungan (bunker)
b. Jika
anda berada di dalam bangunan seperti rumah, gedung perkantoran, sekolah, rumah
sakit, pabrik, pusat perbelanjaan, gedung pencakar langit, maka yang anda harus
lakukan adalah segera menuju ke ruangan yang telah dipersiapkan untuk
menghadapi keadaan tersebut seperti sebuah ruangan yang dianggap paling aman,
basement, ruangan anti badai, atau di tingkat lantai yang paling bawah. Bila
tidak terdapat basement, segeralah ke tengah tengah ruangan pada lantai
terbawah, jauhilah sudut sudut ruangan, jendela, pintu, dan dinding terluar
bangunan. Semakin banyak sekat dinding antara diri anda dengan dinding terluar
gedung semakin aman. Berlindunglah di bawah meja gunakan lengan anda untuk
melindungi kepala dan leher anda. Jangan pernah membuka jendela.
c. Jika
anda berada di dalam kendaraan bermobil, segeralah hentikan dan tinggalkan
kendaraan anda serta carilah tempat perlindungan yang terdekat seperti yang
telah disebutkan di atas.
d. Jika
anda berada di luar ruangan dan jauh dari tempat perlindungan, maka yang anda
harus lakukan adalah sebagai berikut:
e. Tiaraplah
pada tempat yang serendah mungkin, saluran air terdekat atau sejenisnya sambil
tetap melindungi kepala dan leher dengan menggunakan lengan anda
f. Jangan
berlindung di bawah jembatan, jalan layang, atau sejenisnya. Anda akan lebih
aman tiarap pada tempat yang datar dan rendah
g. Jangan
pernah melarikan diri dari angin puting beliung dengan menggunakan kendaraan
bermobil bila di daerah yang berpenduduk padat atau yang bangunannya banyak.
Segera tinggalkan kendaraan anda untuk mencari tempat perlindungan terdekat.
h. Hati
hati terhadap benda benda yang diterbangkan angin puting beliung. Hal ini dapat
menyebabkan kematian dan cedera serius.
a)
Penghijauan di bagian atas arah angin untuk meredam
gaya angin
b)
Pembuatan bangunan umum yang cukup luas yang dapat
digunakansebagai tempat penampungan sementara bagi orang maupun barang
saatterjadi serangan angin topan
c)
Pengamanan/perkuatan bagian-bagian yang mudah
diterbangkan angin yang dapat membahayakan diri atau orang lain disekitarnya
d)
Kesiapsiagaan dalam menghadapi angin topan, mengetahui
bagaimana cara penyelamatan diri
e)
Pengamanan barang-barang disekitar rumah agar
terikat/dibangun secara kuat sehingga tidak diterbangkan angin
f)
Untuk para nelayan, supaya menambatkan atau mengikat
kuat kapal-kapalnya
g)
Membuat struktur bangunan yang memenuhi syarat teknis
untuk mampu bertahan terhadap gaya angin
h)
Perlunya penerapan aturan standar bangunan yang
memperhitungkan beban angin khususnya di daerah yang rawan angin topan
i)
Penempatan lokasi pembangunan fasilitas yang penting
pada daerah yang terlindung dari serangan angin topan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar