Senin, 25 April 2016

UJIAN TENGAH SEMESTER Mata Kuliah Kebencanaan


UJIAN TENGAH SEMESTER
Mata Kuliah Kebencanaan
Dosen Pengampu:
Sugiharyanto, M.Si.

 


Disusun Oleh:
Hida Mujahida Basori
12416241060


JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2014


Ujian Tengah Semester
Mata Kuliah Kebencanaan
Dosen Pengampu : Sugiharyanto, M.Si

Hida Mujahida Basori (12416241060)
Jurusan Pendidikan IPS
Soal
1.      Mengapa sering terjadi gempa bumi?
2.      Mengapa bencana puting beliung di Indonesia relatif kecil dibanding tornado
3.      Jelaskan langkah-langkah dari manajemen tanah longsor, gempa, dan angin.
Jawaban
1.      Di indonesia sering terjadi gempa bumi dikarenakan Indonesia merupakan suatu daerah yang menjadi tempat pertemuan beberapa lempeng. Gempa bumi yang diakibatkan karena oergerakan lempeng bumi disebut dengan gempa tektonik. Daerah – daerah yang berpotensi terjadinya gempa diantaranya daerah yang membentang mulai dari Asia dan Australia, lalu asia hingga pasifik, sehingga hampir seluruh wilayah Indonesia memang daerah yang rawan terjadi gempa bumi. Hingga saat ini belum ada alat yang dapat mendeteksi pergerakan lempeng di bumi, mulai dari kekuatan pergeseran, kecepatan, peluang tumbukan, sampai pada kapan tumbukan tersebut terjadi. Itulah sebabnya mengapa gempa tektonik sulit di prediksi.
Selain gempa tektonik, indonesia juga rawan mengalami gempa vulkanik. Gempa vulkanik terjadi akibat tingginya aktivitas gunung berapi. Namun, tidak seperti gempa tektonik yang kekuatannya bisa sangat menghancurkan, gempa vulkanik biasanya terjadi di sekitar lokasi guning berapi tersebut.terjadinya gempabumi vulkanik ini dapat dijadikan sebagai indikator keaktifan sebuah gunung berapi.
2.      Tornado adalah gangguan atmosfera yang cukup hebat, meskipun sistem cuacanya ditandai dar peta-peta synoptic. Aktivitas tornado ini berkidar diatas suatu daerah dengan diameter kurang dari seratus meter, atau kadang kadang mencapai 1 km.
Tornado merupakan putaran kencang dari suatu kolom udara yang tebentuk dari awan cumuliform yang  telah menyentuh tanah seperti corong awan dan kerap disertai badai dan petir atau betu es. Tornado terbentuk dari masaa udara yang labil ynag berputar dengan cepat mengelilingi suatu pusat tekanan rendah (mata) dan bergerak naik. Tornado besar hanya memiliki ukuran 500 meter dan tornado kecil 50 meter. Tercatat dengan meggunakan radar doppler, kecepatan angin tornado sebesar 318 mil/jam atau 509 km/jam.
Tornado biasa muncul pada musim panas dan musim semi pada daerah lintang tinggi khususnya di Amerika barat-tengah . Tornado dapat menyerang setiap saat, tapi frekuensi maksimum antara bulan april-september  saat sore dan malam hari 15.00-21.00. pada april-september posisi matahari sedang perjalanan menjelajah lintang utara yang berarti terjadi perubahan tekanan. Dari tekanan rendah ke tinggi menimbulkan massa udara yang tdak stabil. Terutama saat udara yang menjadi hangat dan lembab di dekat permukaan bertemu udara kering dan dingin yang mendorong udara hangat dan lembab seperti irisan.
Tornado dapat muncul di seluruh penjuru dunia. Kemunculan yang paling sering dan merusak di Amerika Serikat (sektar 90% tornado duna terjadi di AS). Wilayah yang potensi tornado di AS adalah Colorado,kansas, oklahoma, netraska, S. Dakota, minesoka, texas wilayah ini dikenal dengan tornado alley. Tornado sering muncul di tornado alley disebabkan topografi wilayah berupa pegunungan Rocky sampai ke daerah barat dan teluk Mexico sampai ke daerah selatan . Saat musim semi, arus barat kuat mengalir melewati Tornado Alley, menimbulkan ketidakseimbangan dan palung tekanan rendah yang hangat dan udara basah didalamnya yang berasal dari teluk.  Keadaan ini merupakan kondisi untuk supersel (badai besar dan kuat ) penyebab tornado.
3.      Manajemen penanggulangan bencana dapat didefinisikan sebagai segala upaya atau kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat dan pemulihan berkaitan dengan bencana yang dilakukan pada tahapan sebelum, saat dan setelah bencana.
Manajemen penanggulangan bencana merupakan suatu proses yang dinamis, yang dikembangkan dari fungsi manajemen klasik yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pembagian tugas, pengendalian dan pengawasan. Proses tersebut juga melibatkan berbagai macam organisasi yang harus bekerjasama untuk melakukan pencegahan. mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat. dan pemulihan akibat bencana.
Untuk daerah yang sering tertimpa bencana sebaiknya menerapkan tahapan-tahapan kerja yng lebih mendetail. Setiap tahapan itu adalah :
1.              Riset: pelajari fenomena alam yang akan terjadi secara umum atau khusus di satu daerah. Kontur tanah hingga letak geografis suatu daerah menjadi pengaruh utama penanganan ke depan. Dalam bencana tanah longsor, gempa, dan angin topan, kita harus meneliti bagaimana kondisi yang ada di daerah tersebut.
2.              Analisis Kerawanan dan Kajian Risiko (Vulnerabilities Analysis and Risk Assessment): ada beberapa variabel yang bisa menyebabkan bencana ataupun keadaan darurat terjadi di satu daerah. Matriks atas variabel ini patut didaftar untuk kemudian dikaji risiko atau dampaknya jika satu variabel atau paduan beberapa variabel terjadi.
3.              Sosialisasi dan Kesiapan Masyarakat: pengetahuan atas fenomena alam hingga tindakan antisipatif setiap anggota masyarakat menjadi suatu hal mutlak dilakukan oleh Pemerintah ataupun kalangan akademisi yang telah melakukan kajian-kajian dan pemantauan atas fenomena alam di daerahnya.
4.              Mitigasi atau persiapan mendekati terjadinya bencana atau keadaan darurat.
5.              Warning atau peringatan bencana: peringatan terhadap datangnya bencana sangat penting diakukan untuk meminimalisir kerugian dampak bencana tersebut. Tindakan memaksa selayaknya juga diterapkan, tentu ada sosialisasi tindakan ini harus diambil, jauh sebelum bencana ini terdeteksi. Teriakan melalui pengeras suara masjid ataupun kentongan hingga SMS Blast ke setiap pemilik telepon selular di daerah tersebut bisa menjadi alternatif peringatan bagi warga masyarakat.
6.              Tindakan Penyelamatan: jika yang terjadi adalah angin puting beliung, tentulah tempat paling aman berada di bawah tanah dengan kedalaman dan persiapan logistik yang memadai.
7.              Komunikasi: faktor komunikasi tetap harus terjaga, yang bisa dilakukan dengan sistem telepon satelit (lihat http://www.psn.co.id untuk alat komunikasi langsung ke satelit), agar bala-bantuan hingga kepastian keadaan sesaat setelah terjadi bencana bisa terdeteksi dari Jakarta ataupun pusat pemerintah provinsi.
8.              Penanganan Darurat: jika ada anggota masyarakat yang memerlukan perawatan medis ataupun ada anggota masyarakat yang dinyatakan hilang, kesiapan regu penyelamat harus terkoordinasi dengan baik.
9.              Keberlangsungan Penanganan, upaya yang berkelanjutan adalah kewajiban pemerintah daerah ataupun pusat dengan selalu berkoordinasi di lapangan.
10.          Upaya Perbaikan: tahapan pasca-bencana ataupun pasca-keadaan darurat adalah “proses pengobatan” yang memakan waktu lama.
11.          Pelatihan dan Pendidikan: untuk mendapatkan hasil terbaik untuk mengantisipasi hingga mengupayakan perbaika pasca-bencana, setiap daerah harus memiliki petugas-petugas yang cakap dan berpengetahuan. Untuk itu diperlukan pendidikan dan pelatihan yang selalu sejalan dengan penemuan teknologi penanganan bencana termutakhir.
12.          Simulasi: setelah memiliki petugas yang cakap dan berpengetahuan, setiap daerah harus melaksanakan simulasi penanganan bencana atapun keadaan darurat agar setiap anggota masyarakat bisa mengantisipasi hingga menyelamatkan diri dan anggota keluarganya , sehingga beban daerah ataupun kerugian pribadi dapat diminimalisasi.
A.  Tanah Longsor
Tanah longsor adalah tanah yang turun atau jatuh dari tempat yang tinggi ke tempatyang lebih rendah. Masalahnya jika ada orang atau pemukiman di atas tanah yang longsoratau di bawah tanah yang jatuh maka sangat berbahaya. Tidak hanya tanah saja yanglongsor karena batu, pohon, pasir, dan lain sebagainya bisa ikut longsor menghancurkanapa saja yang ada di bawahnya.
Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yangterjadi karena pergerakan asa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis sepertijatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkanoleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalahfaktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utamakejadian ini adalah gravitasi yang mempengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pulafaktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh :Erosi yang disebabkan sungai - sungai atau gelombang laut yang menciptakanlereng-lereng yang terlalu curam lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melaluisaturasi yang diakibatkan hujan lebat gempa bumi menyebabkan tekanan yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng yang lemah gunung berapi menciptakansimpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu getaran dari mesin, lalulintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir berat yang terlalu berlebihan,misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju
Tanah longsor seringkali dipicu oleh curah hujan tinggi dan terjadi selama beberapa hari. Struktur tanah yang labil sangat mudah mengalami longsor hingga mengakibatkan bencana khususnya bagi masyarakat yang berada di posisi lebih rendah. Tanah longsor juga dapat dipicu oleh getaran gempa hingga merontokkan struktur tanah di atas. 
Anda dan masyarakat di pegunungan atau perbukitan harus memperhatikan tempat sekeliling Anda tinggal dan berkonsultasi dengan ahli terkait dengan kondisi tempat tinggal Anda.
Apa yang dilakukan sebelum terjadi tanah longsor
a)    Waspada terhadap curah hujan yang tinggi
b)    Persiapkan dukungan logistik
c)    Makanan siap saji dan minuman
d)    Lampu senter dan baterai cadangan
e)    Uang tunai secukupnya
f)     Obat-obatan khusus sesuai pemakai
g)    Simak informasi dari radio mengenai informasi hujan dan kemungkinan tanah longsor.
h)    Apabila pihak berwenang menginstruksikan untuk evakuasi, segera lakukan hal tersebut.
Apa yang dilakukan pada saat terjadi tanah longsor
a)    Apabila Anda di dalam rumah dan terdengar suara gemuruh, segera ke luar cari tempat lapang dan tanpa penghalang
b)    Apabila Anda di luar, cari tempat yang lapang dan perhatikan sisi tebih atau tanah yang mengalami longsor.
c)    Apa yang dilakukan sesudah terjadi tanah longsor
d)   Jangan segera kembali ke rumah Anda, perhatikan apakah longsor susulan masih akan terjadi.
e)    Apabila Anda diminta untuk membantu proses evakuasi, gunakan sepatu khusus dan peralatan yang menjamin keselamatan Anda. 
f)     Perhatikan kondisi tanah sebagai pijakan yang kokoh bagi langkah Anda.
g)    Apabila harus menghadapi reruntuhan bangunan untuk menyelamatkan korban, pastikan tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk atau menunggu pihak berwenang untuk melakukan evakuasi korban.

B.   Gempa Bumi
Antisipasi yang harus dilakukan bagi masyarakat luas adalah apa dan bagaimanacara menghadapi kejadian gempa, pada saat dan sesudah gempa terjadi. Beberapa sarandalam menghadapi kejadian gempa adalah sebagai berikut:
Sebelum terjadi gempa
a)    Mengetahui secara teliti jalan-jalan keluar masuk dalam keadaan darurat di manapun kita berada. Ingat gempa dapat terjadi sewaktu-waktu.
b)    Meletakkan barang-barang yang berat di tempat yang stabil dan tidak tergantung.
c)    Matikan segera lampu, kompor minyak atau gas serta listrik agar terhindar daribahaya kebakaran.
Saat terjadi gempa
Jika berada di dalam ruangan: diamlah sejenak, jangan panik dan segeralah keluardari bangunan. Secepatnya mencari perlindungan di bawah meja atau di dekat pintu. Jauhitempat-tempat yang mungkin mengakibatkan luka seperti kaca, pipa gas atau benda-bendatergantung yang mungkin akan jatuh menimpa.Jika berada di luar rumah: tinggallah atau carilah tempat yang bebas dari bangunan-bangunan, pohon atau dinding. Jangan memasuki bangunan meskipun getaran gempasudah berhenti karena tidak mustahil runtuhan bangunan masih dapat terjadi.Jika berada di tengah keramaian: janganlah turut berdesak-desakan mencari jalan keluar,meskipun orang-orang yang panik mempunyai keinginan yang sama. Carilah tempat yangtidak akan kejatuhan runtuhan.Jika berada dalam bangunan tinggi: secepatnya mencari perlindungan di bawahmeja dan jauhilah jendela atau dinding luar bangunan. Tetaplah berada di lantai di manakamu berada ketika gempa terjadi, dan jangan gunakan elevator atau lift yang ada.Jika sedang mengendarai kendaraan: hentikan kendaraan kamu dan tetaplah berada didalam mobil dan pinggirkanlah mobil kamu. Jangan berhenti di atas jembatan, atau dibawah jalan layang. Jika gempa sudah berhenti, janganlah langsung melintasi jalan layangatau jembatan yang membentang, sebelum dipastikan kondisinya aman.
Setelah terjadi gempa
a)    Tetap menggunakan alas kaki untuk menghindari pecahan-pecahan kaca ataubahan-bahan yang merusak kaki.
b)    Periksalah apakah kamu mendapat luka yang memerlukan perawatan segera.
c)    Periksalah aliran/pipa gas yang ada apakah terjadi kebocoran. Jika tercium bau gasusahakan segera menutup sumbernya dan jangan sekali-kali menyalakan api danmerokok.
d)   Periksalah kerusakan yang mungkin terjadi pada bangunan.
e)    Dengarkan informasi melalui televisi, radio, telepon yang biasanya disiarkan olehpemerintah, bila hal ini memungkinkan.
f)     Bersiaplah menghadapi kemungkinan terjadinya gempa-gempa susulan. Dan berdoaagar terhindar dari bencana yang lebih parah.

C.   Angin Puting Beliung / Angin Ribut
Angin puting beliung adalah angin dengan kecepatan tinggi yang berhembus disuatu daerah yang dapat merusak berbagai benda yang ada di permukaan tanah. Anginyang sangat besar seperti badai, tornado, dan lain-lain bisa menerbangkan benda-bendaserta merobohkan bangunan yang ada sehingga sangat berbahaya bagi manusia.Puting Beliung secara resmi digambarkan secara singkat olehNational WeatherService Amerika Serikat seperti tornado yang melintasi perairan. Namun, para penelitiumumnya mencirikan puting beliung "cuaca sedang" berasal dari puting beliung tornado.Puting beliung cuaca sedang sedikit perusak namun sangat jauh dari umumnya danmemiliki dinamik yang sama dengansetan debu dan landspout. Mereka terbentuk saatbarisan awan cumulus congestus menjulang di perairan tropis dan semitropis. Angin inimemiliki angin yang secara relatif lemah, dinding berlapis lancar, dan umumnya melajusangat pelan. Angin ini sangat sering terjadi di Florida Keys.Puting Beliung Tornado merupakan secara harafiah sebutan untuk "tornado yangmelintasi perairan". Angin ini dapat terbentuk melintasi perairan seperti tornadomesosiklon, atau menjadi tornado darat yang melintas keluar perairan. Sejak angin ini terbentuk dari badai petir perusak dan dapat menjadi jauh lebih dahsyat, kencang, danbertahan lebih lama daripada puting beliung cuaca sedang, angin ini dianggap jauh lebihmembahayakan.
Upaya Penanggulangan
    Sebelum Datangnya Angin
a)    Dengar dan simaklah siaran radio atau televisi menyangkut prakiraan terkini cuaca setempat
b)    Waspadalah terhadap perubahan cuaca
c)    Waspadalah terhadap angin topan yang mendekat.
d)   Waspadalah terhadap tanda tanda bahaya sebagai berikut:
e)    Langit gelap, sering berwarna kehijauan.
f)     Hujan es dengan butiran besar
g)    Awan rendah, hitam, besar, seringkali bergerak berputar
h)    Suara keras seperti bunyi kereta api cepat
i)      Bersiaplah untuk ke tempat perlindungan ( bunker ) bila ada angin topan mendekat

    Saat Datangnya Angin
a.     Bila dalam keadaan bahaya segeralah ke tempat perlindungan (bunker)
b.    Jika anda berada di dalam bangunan seperti rumah, gedung perkantoran, sekolah, rumah sakit, pabrik, pusat perbelanjaan, gedung pencakar langit, maka yang anda harus lakukan adalah segera menuju ke ruangan yang telah dipersiapkan untuk menghadapi keadaan tersebut seperti sebuah ruangan yang dianggap paling aman, basement, ruangan anti badai, atau di tingkat lantai yang paling bawah. Bila tidak terdapat basement, segeralah ke tengah tengah ruangan pada lantai terbawah, jauhilah sudut sudut ruangan, jendela, pintu, dan dinding terluar bangunan. Semakin banyak sekat dinding antara diri anda dengan dinding terluar gedung semakin aman. Berlindunglah di bawah meja gunakan lengan anda untuk melindungi kepala dan leher anda. Jangan pernah membuka jendela.
c.     Jika anda berada di dalam kendaraan bermobil, segeralah hentikan dan tinggalkan kendaraan anda serta carilah tempat perlindungan yang terdekat seperti yang telah disebutkan di atas.
d.    Jika anda berada di luar ruangan dan jauh dari tempat perlindungan, maka yang anda harus lakukan adalah sebagai berikut:
e.     Tiaraplah pada tempat yang serendah mungkin, saluran air terdekat atau sejenisnya sambil tetap melindungi kepala dan leher dengan menggunakan lengan anda
f.     Jangan berlindung di bawah jembatan, jalan layang, atau sejenisnya. Anda akan lebih aman tiarap pada tempat yang datar dan rendah
g.    Jangan pernah melarikan diri dari angin puting beliung dengan menggunakan kendaraan bermobil bila di daerah yang berpenduduk padat atau yang bangunannya banyak. Segera tinggalkan kendaraan anda untuk mencari tempat perlindungan terdekat.
h.    Hati hati terhadap benda benda yang diterbangkan angin puting beliung. Hal ini dapat menyebabkan kematian dan cedera serius.
a)       Penghijauan di bagian atas arah angin untuk meredam gaya angin
b)       Pembuatan bangunan umum yang cukup luas yang dapat digunakansebagai tempat penampungan sementara bagi orang maupun barang saatterjadi serangan angin topan
c)       Pengamanan/perkuatan bagian-bagian yang mudah diterbangkan angin yang dapat membahayakan diri atau orang lain disekitarnya
d)       Kesiapsiagaan dalam menghadapi angin topan, mengetahui bagaimana cara penyelamatan diri
e)       Pengamanan barang-barang disekitar rumah agar terikat/dibangun secara kuat sehingga tidak diterbangkan angin
f)        Untuk para nelayan, supaya menambatkan atau mengikat kuat kapal-kapalnya
g)       Membuat struktur bangunan yang memenuhi syarat teknis untuk mampu bertahan terhadap gaya angin
h)       Perlunya penerapan aturan standar bangunan yang memperhitungkan beban angin khususnya di daerah yang rawan angin topan
i)         Penempatan lokasi pembangunan fasilitas yang penting pada daerah yang terlindung dari serangan angin topan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar