PERAN PARIWISATA
DALAM
PERTUMBUHAN EKONOMI ASIA
Paper Ini Disusun Guna Memenuhi
Tugas Mata Kuliah Negara Dan Bangsa
Dosen Pengampu Dr. Taat Wulandari, M.Pd

Disusun Oleh:
Hida Mujahida Basori
12416241060
JURUSAN
PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS
ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS
NEGERI YOGYAKARTA
2014
PERAN PARIWISATA DALAM PERTUMBUHAN
EKONOMI ASIA
Secara Etomoogi pariwisata berasal dari dua kata
yaitu “ pari” yang berarti banyak/berkeliling, sedangkan pengertian wisata
berarti “pergi”. Didalam kamus besar indonesia pariwisata adalah suatu kegiatan
yang berhubungan dengan perjalanan rekreasi. Sedangkan pengertian secara umum
pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan seseorang untuk sementara
waktuyang diselenggarakan dari suatu tempat ketempat lain dengan meninggalkan
tempat semula dan dengan suatu perencanaan atau bukan maksud mencari nafkah di
tempat yang dikunjunginya, tetapi semata mata untuk menikmati kegiataan
pertamasyaan atau reakreasi untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam.
Menurut WTO (1999),
yang dimaksud dengan pariwista adalah kegiatan manusia yang melakukan
perjalanan ke dan tinggal di daerah tujuan di luar lingkungan kesehariannya.
Sedangkan menurut Undang - Undang RI nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan
dijelaskan bahwa wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh
seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan
rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata
yang dikunjungi dalam waktu sementara.
Secara umum pariwisata merupakan suatu perjalanan
yang dilakukan seseorang untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu
tempat ke tempat yang lain dengan meninggalkan tempat semula dan dengan suatu
perencanaan atau bukan maksud untuk mencari nafkah di tempat yang
dikunjunginya, tetapi semata-mata untuk menikmati kegiatan pertamasyaan atau
rekreasi untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam.
Pertumbuhan ekonomi dapat dikatakan sebagai suatu
proses meningkatnya output perkapita dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi
adalah suatu proses bukan suatu gambaran ekonomi pada suatu saat. Pertumbuhan
ekonomi berkaitan erat dengan kenaikan output perkapita, oleh sebab itu ada dua
sisi yang harus diperhatikan, yakni sisi output total (GNP) dan sisi jumlah
penduduk.
Pembangunan pariwisata
mempunyai pengaruh yang cukup besar tehadap penerimaan pemerintah. Penerimaan
ini diperoleh melalui berbagai jenis pajak dan retribusi, baik yang langsung
dikenakan kepada wisatawan maupun yang dikenakan kepada pengusaha seperti:
pajak orang asing, pajak tontonan, pajak hotel dan restoran, retribusi wisata,
retribusi Surat Ijin Usaha Kepariwisataan.
Pariwisata dapat
membantu pemerataan pendapatan penduduk dunia. Hal ini dapat terjadi dengan
adanya perpindahan uang dari negara-negara kaya ke negara-negara miskin (Youti,
1996). Dalam pariwisata internasional sebagian besar wisatawan berasal dari
negara-negara maju. Kedatangan wisatawan akan mampu mendorong peningkatan
pendapatan di daerah pusat-pusat kegiatan pariwisata yang tersebar di seluruh
wilayah negara, serta memberikan kesempatan kerja tanpa harus memindahkan
penduduk ke pusat-pusat industri di perkotaan.
Peran pariwisata dalam pengembangan perekonomian di
Asia sangat besar. Berdasarkan United
Nations World Tourism Organization (UNWTO), pada tahun 2012 kawasan Asia
Pasifik adalah kawasan yang meiliki pertumbuhan yang paling tinggi dari sisi
pariwisata dengan peningkatan 7 persen pengunjung atau setara dengan kenaikan15
juta pengunjung internasional dibandingkan tahun 2011. Dan diperkirakan
industri pariwisata di Asia Pasifik akan terus meningkat. Industri pariwisata
sebagai salah satu sektor yang tetapi memiliki pertumbuhan positif ditengah
krisis ekonomi dunia dapat menjadi sektor yang membantu Indonesia untuk
bertahan dari krisis. Bahkan, negara seperti China pun juga menjadikan industri
pariwisata sebagai salah satu dari 5 pilar strategisnya dalam perencaan 12
tahun yang dicanangkan oleh China.
Hasil
kajian UN-WTO menyebutkan prospek pariwisata ASEAN ke depan semakin cerah
dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 10,3 persenpada 2030. Hal serupa juga
disampaikan World Travel and Tourism Council (WTTC) yang memperkirakan adanya
kebijakan kemudahaan visa dapat menambah kunjungan wisatawan sebesar 6-10
juta orang ke ASEAN pada 2016 dan akan terjadi peningkatan pendapatan sebesar 7
sampai 10 juta dollar AS. tingginya pertumbuhan
pariwisata di kawasan ASEAN disebabkan berbagai faktor antara lain perbaikan
infrastruktur dan peningkatan konektivitas penerbangan langsung termasuk
perluasan low cost carrier (LCC), peningkatan daya beli di kawasan Asia,
penyempurnaan dan fasilitasi visa, maupun kerja sama intra-ASEAN.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(Menparekraf) Mari Elka
Pangestu dalam tribunnews.com
mengatakan,pariwisata merupakan sektor yang memiliki ketahanan tinggi
(resilience) terhadap krisis. Dalam situasi ketidakpastian dan
perlambatan pertumbuhan ekonomi global, sektor pariwisata di wilayah Asia
Tenggara (ASEAN) termasuk Indonesia mampu tumbuh tinggi.
Tahun 2013 sumbangan sektor pariwisata
terhadap ekonomi negara-negara ASEAN secara langsung maupun tidak
langsung sekitar 8 sampai 9 persen dari PDB (produk domestik bruto). Kontribusi
pariwisata ASEAN terhadap pariwisata global sebesar 7,5 persen atau
mencapai 90,2 juta wisatawan dengan komposisi 46 persen adalah
intra-ASEAN, 32 persenAsia lainnya terutama RRT (Cina), Jepang, Korea dan
India, serta 22 persendari luar Asia (Amerika, Eropa, Afrika, dan Pasifik).
Tingginya pertumbuhan
pariwisata di kawasan ASEAN disebabkan berbagai faktor antara lain perbaikan
infrastruktur dan peningkatan konektivitas penerbangan langsung termasuk
perluasan low cost carrier (LCC), peningkatan daya beli di kawasan Asia,
penyempurnaan dan fasilitasi visa, maupun kerja sama intra-ASEAN.
Pertumbuhan disektor
Pariwisata ini tentunya harus diikuti oleh pertumbuhan sumber daya manusia yang
tidak hanya terampil dalam keahlian operasional namun juga harus didukung
dengan kemampuan manajemen yang tangguh serta peka terhadap perkembangan bisnis
di sektor pariwisata itu sendiri.
DAFTAR REFRENSI
Herdiyasa. Pengertian Pariwisata. Diakses Dari http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/584/jbptunikompp-gdl-herdiansya-29154-8-unikom_h-i.pdf.
pada tanggal 21 September 2014
Kartawan. Menumbuhkan Perekonomian Melalui Pembangunan Pariwisata. Diakses dari http://wisatadanbudaya.blogspot.com/2010/02/menumbuhkan-perekonomian-melalui.html pada tanggal 22 September 2014
Pariwisata
Dan Ekonomi Kreatif Sumber Pertumbuhan Perdagangan Bebas.
Di akses dari http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/02/11/pariwisata-dan-ekonomi-kreatif-sumber-pertumbuhan-perdagangan-bebas
pada tanggal 21 September 2014
Rastiyono. Analisa Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap
Pengeluaran Wisatawan Mancanegara pada Industri Pariwisata Indonesia. Diakses dari
http://eprints.undip.ac.id/19470/1/Rastiyono-eprints.pdf pada
tanggal 22 September 2014
Suryadana Liga. Pengertian Dan Ruang Lingkup Geografi Pariwisata. Diakses dari http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/LAINNYA/LIGA_SURYADANA/Pengertian_dan_Ruang_lingkup_Geografi_Pariwisata.pdf
pada tanggal 21 September 2014
Youti, Oka A., 2002, Proteksi Efektif melestarikan Sumber Hayati
Indonesia Melalui Pengembangan Ekowisata dalam jurnal Pariwisata, STIEPAR
YAPARIAKTRIPA, Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar