Senin, 25 April 2016

PERAN PARIWISATA DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI ASIA


PERAN PARIWISATA
DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI ASIA

Paper Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Negara Dan Bangsa

Dosen Pengampu Dr. Taat Wulandari, M.Pd


5045824706_c8c46302eb.jpg (432×442)
Disusun Oleh:
Hida Mujahida Basori
12416241060

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2014


PERAN PARIWISATA DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI ASIA
Secara Etomoogi pariwisata berasal dari dua kata yaitu “ pari” yang berarti banyak/berkeliling, sedangkan pengertian wisata berarti “pergi”. Didalam kamus besar indonesia pariwisata adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan rekreasi. Sedangkan pengertian secara umum pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan seseorang untuk sementara waktuyang diselenggarakan dari suatu tempat ketempat lain dengan meninggalkan tempat semula dan dengan suatu perencanaan atau bukan maksud mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya, tetapi semata mata untuk menikmati kegiataan pertamasyaan atau reakreasi untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam.
Menurut WTO (1999), yang dimaksud dengan pariwista adalah kegiatan manusia yang melakukan perjalanan ke dan tinggal di daerah tujuan di luar lingkungan kesehariannya. Sedangkan menurut Undang - Undang RI nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan dijelaskan bahwa wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam waktu sementara.
Secara umum pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan seseorang untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan meninggalkan tempat semula dan dengan suatu perencanaan atau bukan maksud untuk mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya, tetapi semata-mata untuk menikmati kegiatan pertamasyaan atau rekreasi untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam.
Pertumbuhan ekonomi dapat dikatakan sebagai suatu proses meningkatnya output perkapita dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses bukan suatu gambaran ekonomi pada suatu saat. Pertumbuhan ekonomi berkaitan erat dengan kenaikan output perkapita, oleh sebab itu ada dua sisi yang harus diperhatikan, yakni sisi output total (GNP) dan sisi jumlah penduduk.
Pembangunan pariwisata mempunyai pengaruh yang cukup besar tehadap penerimaan pemerintah. Penerimaan ini diperoleh melalui berbagai jenis pajak dan retribusi, baik yang langsung dikenakan kepada wisatawan maupun yang dikenakan kepada pengusaha seperti: pajak orang asing, pajak tontonan, pajak hotel dan restoran, retribusi wisata, retribusi Surat Ijin Usaha Kepariwisataan.
Pariwisata dapat membantu pemerataan pendapatan penduduk dunia. Hal ini dapat terjadi dengan adanya perpindahan uang dari negara-negara kaya ke negara-negara miskin (Youti, 1996). Dalam pariwisata internasional sebagian besar wisatawan berasal dari negara-negara maju. Kedatangan wisatawan akan mampu mendorong peningkatan pendapatan di daerah pusat-pusat kegiatan pariwisata yang tersebar di seluruh wilayah negara, serta memberikan kesempatan kerja tanpa harus memindahkan penduduk ke pusat-pusat industri di perkotaan.
Peran pariwisata dalam pengembangan perekonomian di Asia sangat besar. Berdasarkan United Nations World Tourism Organization (UNWTO), pada tahun 2012 kawasan Asia Pasifik adalah kawasan yang meiliki pertumbuhan yang paling tinggi dari sisi pariwisata dengan peningkatan 7 persen pengunjung atau setara dengan kenaikan15 juta pengunjung internasional dibandingkan tahun 2011. Dan diperkirakan industri pariwisata di Asia Pasifik akan terus meningkat. Industri pariwisata sebagai salah satu sektor yang tetapi memiliki pertumbuhan positif ditengah krisis ekonomi dunia dapat menjadi sektor yang membantu Indonesia untuk bertahan dari krisis. Bahkan, negara seperti China pun juga menjadikan industri pariwisata sebagai salah satu dari 5 pilar strategisnya dalam perencaan 12 tahun yang dicanangkan oleh China.
 Hasil kajian UN-WTO menyebutkan prospek pariwisata ASEAN ke depan semakin cerah dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 10,3 persenpada 2030. Hal serupa juga disampaikan World Travel and Tourism Council (WTTC) yang memperkirakan adanya kebijakan kemudahaan visa dapat menambah kunjungan wisatawan sebesar  6-10 juta orang ke ASEAN pada 2016 dan akan terjadi peningkatan pendapatan sebesar 7 sampai 10 juta dollar AS. tingginya pertumbuhan pariwisata di kawasan ASEAN disebabkan berbagai faktor antara lain perbaikan infrastruktur dan peningkatan konektivitas penerbangan langsung termasuk perluasan low cost carrier (LCC), peningkatan daya beli di kawasan Asia, penyempurnaan dan fasilitasi visa, maupun kerja sama intra-ASEAN.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu dalam tribunnews.com mengatakan,pariwisata merupakan sektor yang memiliki ketahanan tinggi (resilience) terhadap krisis.  Dalam situasi  ketidakpastian dan perlambatan pertumbuhan ekonomi global, sektor pariwisata di wilayah Asia Tenggara (ASEAN) termasuk Indonesia mampu tumbuh tinggi.
Tahun 2013 sumbangan sektor pariwisata terhadap ekonomi negara-negara ASEAN secara langsung maupun tidak langsung  sekitar 8 sampai 9 persen dari PDB (produk domestik bruto). Kontribusi pariwisata ASEAN terhadap  pariwisata global sebesar 7,5 persen atau mencapai 90,2 juta wisatawan dengan komposisi 46 persen adalah intra-ASEAN,  32 persenAsia lainnya terutama RRT (Cina), Jepang, Korea dan India, serta 22 persendari luar Asia (Amerika, Eropa, Afrika, dan Pasifik).
Tingginya pertumbuhan pariwisata di kawasan ASEAN disebabkan berbagai faktor antara lain perbaikan infrastruktur dan peningkatan konektivitas penerbangan langsung termasuk perluasan low cost carrier (LCC), peningkatan daya beli di kawasan Asia, penyempurnaan dan fasilitasi visa, maupun kerja sama intra-ASEAN.
Pertumbuhan disektor Pariwisata ini tentunya harus diikuti oleh pertumbuhan sumber daya manusia yang tidak hanya terampil dalam keahlian operasional namun juga harus didukung dengan kemampuan manajemen yang tangguh serta peka terhadap perkembangan bisnis di sektor pariwisata itu sendiri.


DAFTAR REFRENSI
Herdiyasa. Pengertian Pariwisata. Diakses Dari http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/584/jbptunikompp-gdl-herdiansya-29154-8-unikom_h-i.pdf. pada tanggal 21 September 2014

Kartawan. Menumbuhkan Perekonomian Melalui Pembangunan Pariwisata. Diakses dari http://wisatadanbudaya.blogspot.com/2010/02/menumbuhkan-perekonomian-melalui.html pada tanggal 22 September 2014

Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Sumber Pertumbuhan Perdagangan Bebas. Di akses dari http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/02/11/pariwisata-dan-ekonomi-kreatif-sumber-pertumbuhan-perdagangan-bebas pada tanggal 21 September 2014
Rastiyono. Analisa Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Pengeluaran Wisatawan Mancanegara pada Industri Pariwisata Indonesia. Diakses dari http://eprints.undip.ac.id/19470/1/Rastiyono-eprints.pdf pada tanggal 22 September 2014
Suryadana Liga. Pengertian Dan Ruang Lingkup Geografi Pariwisata. Diakses dari http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/LAINNYA/LIGA_SURYADANA/Pengertian_dan_Ruang_lingkup_Geografi_Pariwisata.pdf pada tanggal 21 September 2014
Youti, Oka A., 2002, Proteksi Efektif melestarikan Sumber Hayati Indonesia Melalui Pengembangan Ekowisata dalam jurnal Pariwisata, STIEPAR YAPARIAKTRIPA, Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar