Senin, 25 April 2016

Ketersediaan Sarana Transportasi Penunjang Akomodasi Pariwisata di Yogyakarta


Nama                        : Hida Mujahida Basori
NIM              : 12416241060

Ketersediaan Sarana Transportasi Penunjang Akomodasi Pariwisata di Yogyakarta

Indonesia sangat kaya dengan segudang keberagaman wisata baik wisata alam maupun wisata budaya serta wisata kuliner dari berbagai daerah di indonesia yang bercitarasa tinggi. Kekayaan wisata tersebut menjadikan indonesia sebagai salah satu negara tujuan wisata yang populer. Ssalah satu contoh daerah wisata yang ada di indonesia adalah kota Yogyakarta dengan sejuta pesona dan daya tarik yang dimilikinya.
Kini pariwisata bukan lagi sebagai hal yang mewah namun merupakan suatu kebutuhan sekunder untuk pemenuhan keinginan seseoran untuk refreshing/penyegaran. Aktifitas kepariwisataan tidak dapat dipisahakan dengan transportasi. Faktor jarak dan waktu begitu berpengaruh dengan keinginan orang dalam melakukan perjalanan wisata. Akhir akhir ini transportasi menimbulkan pertumbuhan kepariwisataan yang begitu pesat. Kemajuan fasilitas transportrasi mendongkrak kemajuan kepariwisataan di suatu daerah dan sebalikanya ekspansi yang terjadi dalam kepariwisataan menciptakan permintaan akan transportasi yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawn.
Secara umum hubungan antara pariwisata dengan transportasi sangat erat. Pariwisata tidak dapat tumbuh tanpa adanya sarana transportasi. Dapat dikatakan bahwa walaupun tersedia atraksi wisata yang menarik, fasilitas rekreasi dan olah raga yang lengkap, hotel yang serba mewah, tanpa tersedia-nya sarana transportasi yang cukup memadai, semuanya akan sia- sia dan tidak berarti.
Becak adalah salah satu atal transportasi yang mendominasi di kota Jogja, tidak salah jika jogja dijuluki kota becak yang dimana keberadaan becak tidak terlepas dari perkembangan pariwisata di jogja. Becak dijadikan salahsatu sarana transportasi yang bebas polusi dan murah, banyaknya becak di jogja menjadikan sumber mata pencaharian tersendiri bagi kehidupan seseorang. Jogja tetap mempertahankan keberadaan becak, walaupun sarana transportasi lainnya tetap ada. Transportasi murah, bebas polusi dan menyenangkan untuk wisata menikmati kota Jogja.

Pilihan alat transportasi wisata dijogja selain becak adalah andong. Di Jogja, kereta yang ditarik dengan kuda disebut dengan andong. Bentuknya seperti dokar (bendi), hanya saja andong memiliki roda 4 yang bisa ditarik oleh satu atau dua kuda dan dokar beroda 2 dengan satu kuda saja. Bila kita perhatikan, karena andong beroda 4, sehingga kuda tidak menahan beban di pundaknya, dengan demikian kuda hanya menarik saja, yang tentunya akan lebih cepat dibandingkan dokar dimana kuda menahan beban di pundaknya.
Andong wisata dapat dengan mudah kita dapatkan di seputar Malioboro dan Kraton Yogyakarta, umumnya dapat mengangkut 5 orang. Andong-andong tampak kelihatan terawat dengan baik, bersih dan juga memiliki kantong pembuangan kotoran kuda, seeing tidak akan mengotori jalan-jalan di kota Jogja. Ongkos menyewa andong pun sangat bervariasi, tergantung jarak, banyaknya lokasi yang dikunjungi dan ada juga yang mengenakan tambahan dengan lebihnya waktu.
Sangat mengesankan, itulah yang diharapakan dirasakan oleh wisatawan pada saat berkunjung ke Jogja, bersama becak atau andong mengelilingi berbagai obyek wisata di kota Jogja. Jogja tetap mempertahankan keberadaan alat transportasi wisata becak dan andong, walaupun sarana transportasi lainnya tetap ada. Transportasi murah, bebas polusi dan menyenangkan untuk wisata menikmati kota Istimewa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar