Nama : Hida Mujahida Basori
NIM :
12416241060
Ketersediaan Sarana Transportasi Penunjang Akomodasi Pariwisata di
Yogyakarta
Indonesia sangat kaya dengan segudang keberagaman
wisata baik wisata alam maupun wisata budaya serta wisata kuliner dari berbagai
daerah di indonesia yang bercitarasa tinggi. Kekayaan wisata tersebut
menjadikan indonesia sebagai salah satu negara tujuan wisata yang populer.
Ssalah satu contoh daerah wisata yang ada di indonesia adalah kota Yogyakarta
dengan sejuta pesona dan daya tarik yang dimilikinya.
Kini pariwisata bukan lagi sebagai hal yang mewah
namun merupakan suatu kebutuhan sekunder untuk pemenuhan keinginan seseoran
untuk refreshing/penyegaran. Aktifitas kepariwisataan tidak dapat dipisahakan
dengan transportasi. Faktor jarak dan waktu begitu berpengaruh dengan keinginan
orang dalam melakukan perjalanan wisata. Akhir akhir ini transportasi
menimbulkan pertumbuhan kepariwisataan yang begitu pesat. Kemajuan fasilitas
transportrasi mendongkrak kemajuan kepariwisataan di suatu daerah dan
sebalikanya ekspansi yang terjadi dalam kepariwisataan menciptakan permintaan
akan transportasi yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawn.
Secara umum hubungan antara pariwisata dengan
transportasi sangat erat. Pariwisata tidak dapat tumbuh tanpa adanya sarana
transportasi. Dapat dikatakan bahwa walaupun tersedia atraksi wisata yang menarik, fasilitas rekreasi dan olah raga yang lengkap,
hotel yang serba mewah, tanpa tersedia-nya sarana transportasi yang cukup memadai, semuanya akan sia-
sia dan tidak berarti.
Becak adalah salah satu atal transportasi yang
mendominasi di kota Jogja, tidak salah jika jogja dijuluki kota becak yang
dimana keberadaan becak tidak terlepas dari perkembangan pariwisata di jogja.
Becak dijadikan salahsatu sarana transportasi yang bebas polusi dan murah,
banyaknya becak di jogja menjadikan sumber mata pencaharian tersendiri bagi
kehidupan seseorang. Jogja tetap mempertahankan keberadaan becak, walaupun
sarana transportasi lainnya tetap ada. Transportasi murah, bebas polusi dan
menyenangkan untuk wisata menikmati kota Jogja.
Pilihan alat transportasi wisata
dijogja selain becak adalah andong. Di Jogja, kereta yang ditarik dengan kuda
disebut dengan andong. Bentuknya seperti dokar (bendi), hanya saja andong
memiliki roda 4 yang bisa ditarik oleh satu atau dua kuda dan dokar beroda 2
dengan satu kuda saja. Bila kita perhatikan, karena andong beroda 4, sehingga
kuda tidak menahan beban di pundaknya, dengan demikian kuda hanya menarik saja,
yang tentunya akan lebih cepat dibandingkan dokar dimana kuda menahan beban di
pundaknya.
Andong wisata dapat dengan mudah kita dapatkan di
seputar Malioboro dan Kraton Yogyakarta, umumnya dapat mengangkut 5 orang.
Andong-andong tampak kelihatan terawat dengan baik, bersih dan juga memiliki
kantong pembuangan kotoran kuda, seeing tidak akan mengotori jalan-jalan di
kota Jogja. Ongkos menyewa andong pun sangat bervariasi, tergantung jarak,
banyaknya lokasi yang dikunjungi dan ada juga yang mengenakan tambahan dengan
lebihnya waktu.
Sangat mengesankan, itulah yang diharapakan dirasakan
oleh wisatawan pada saat berkunjung ke Jogja, bersama becak atau andong
mengelilingi berbagai obyek wisata di kota Jogja. Jogja tetap mempertahankan
keberadaan alat transportasi wisata becak dan andong, walaupun sarana
transportasi lainnya tetap ada. Transportasi murah, bebas polusi dan
menyenangkan untuk wisata menikmati kota Istimewa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar