Jumat, 01 November 2013

Kepercayaan Animisme dan Dinamisme yang Kental di Kalangan Masyarakat



Kepercayaan Animisme dan Dinamisme yang Kental di Kalangan Masyarakat
       Sudah sejak dahulu kala Negara Indonesia dikenal sebagai negaara yang banyak memiliki ragam budaya.dan bahasa. Tidak hanya empat, lima, atau enam budaya dan bahasa yang ada. Melainkan puluhan bahkan ratusan ragam budaya dan bahasa. Hal itu dibuktikan dengan adanya budaya yang berbeda-beda di setiap daerah yang ada di Indonesia ini.
        Budaya yang sangat banyak di Indonesia belum bisa dipisahkan dengan animisme dan dinamisme. Animisme dan Dinamisme yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Hal ini menyebabkan banyaknya masyarakat Indonesia yang mempercayai mitos-mitos zaman dahulu. Mitos-mitos itu tentang cerita mahluk halus, benda-benda yang dijadikan keramat dan dipercaya memiliki kekuatan-kekuatan gaib, serta pemujaan terhadap pohon-pohon besar dan tempat-tempat mistis, serta banyak hal lainnya.
        Animisme dan Dinamisme yang masih banyak melekat memberikan bebagai dampak yang besar bagi kehidupan umat manusia, terutama umat beragama. Dampak yang paling menonjol adalah dampak negatifnya. Misalnya, timbulnya kemusyirikan, tidak mengesakan Tuhan, sesuai dengan Pancasila sila  pertama, melemahnya iman dalam hati, perselisihan antar manusia, keresahan di kalangan masyarakat, kecurangan, dan sebagainya.
        Dampak negative tersebut tidak hanya muncul begitu saja. Dampak tersebut juga ada penyebabnya. Sesuai dengan pepatah, “Tidak ada asap jika tidak ada api”. Tidak akan ada masalah, kalau tidak ada penyebabnya. Penyebab masalah atau dampak negatif tersebut tidak hanya satu saja, melainkan lebih dari itu.
        Negara Indonesia merupakan Negara yang mempunyai lima agama resmi yang diakui. Diantaranya Islam, Katolik, Kristen, Hindu, dan Budha. Dan merupakan Negara yang memiliki jumlah penduduk beragama Islam yang terbanyak di dunia. Namun banyak orang yang pemahaman agamanya masih kurang. Pemahaman agama mereka belum tertanam dalam hati mereka. Sehingga mereka masih mempercayai hal-hal yang kurang rasional dan bertentangan dengan kepercayaan yang mereka anut.

        Banyaknya mitos-mitos atau cerita tentang mahluk halus yang merakyat. Seperti mitos Malin Kundang, Gunung Tangkuban Perahu, Nyi Roro Kidul, Emak Lampir, Leak, dan sebagainya. Mitos-mitos tersebut dapat menimbulkan  keresahan di dalam hati masyarakat. Misalnya tentang mitos Nyi Roro Kidul di pantai selatan. Jika mengunjungi atau berada di pantau di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta tidak boleh memakai pakaian hijau. Juga tidak boleh mengatakan kalau dia adalah yang paling cantik. Hal tersebut dapat menimbulkan keresahan bagi masyarakat pengunjung pantai terutama masyarakat yang sudah berada di pantai dan baru mengetahui mitos tersebut.

        Selanjutnya adalah Regenerasi adat-istiadat dari nenek moyang. Regenerasi adat-istiadat adalah penerusan, pelestarian generasi adat-istiadat dari nenek moyang zaman dahulu yang diturunkan pada anak cucunya agar dapat dipertahankan budaya Animisme dan Dinamisme yang dimiliki. Biasanya regenerasi adat-istiadat kebudayaan Animisme dan Dinamisme sangat kental, jauh dari anjuran Tuhan dan dekatdengan larangan Tuhan.

        Kita ketahui bahwa negara Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam yang tinggi, nemun memiliki sumber daya manisua yang rendah. Sehingga menyebabkan negara Indonesia masih menjadi negara yang berkembang. Kemiskinan yang merajalela pun tak dapat dihindari. Ya, banyak warga negara Indonesia yang berpenghasilan rendah. Mereka rata-rata dari kalangan berpendidikan rendah dan tedak mempunyai ketrampilan. Namun, semua orang menginginkan kehidupan yang layak dan serba berkecukupan. Tetapi, cara yang digunakan bukan dengan cara yang halal, namun dengan jalan pintas. Seperti meminta kepada roh nenek moyang, memelihara tuyul, pesugihan atau ngepet. Hal-hal tersebut mencerminkan dan berlandaskan budaya Animisme yang berpotensi untuk regenerasi. Jika budaya tersebut turun menurun maka akan membahayakan kehidupan antar manusia.

        Tidak hanya itu saja, mitos-mitos tentang benda-benda kuno dan antik yang dijadikan keramat  serta dipuja-puja merupakn prinsip penerapan budaya dinamisme di kalangan masyarakat. Benda-benda tersebut seperti keris, gamelan, cincin akik, kereta kencana, benda keraton dan semacam nya. Pohon-pohon besar dan tempat-tempat sakral juga dihormati dan dipercayai memiliki kekuatan gaib serta berpenghuni roh halus.

        Sesudah terlihat masalah-masalah dan dampak-dampak yang diakibatkan oleh kepercayan Animisme dan Dinamisme de kalangan masyarakat, perlunya suatu cara untuk mengatasi masalah-masalah  tersebut.
Beberapa alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi kental nya kebudayaan Animisme dan Dinamise di kalangan masyarakat Indonesia :
·         Memperdalam agama yang dianut dengan mempelajari agama atau kepercayaan nya dengan orang yang lebih memahami agama nya
·         Tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar tempat tinggal atau lingkungan bernaung
·         Mau mengakui da menerima kebudayaan yang baru dan benar sesuai dengan agama dan perkembangan yang ada
·         Bekerja dengan halal dan sesuai ketrampilan
·         Berfikir dengan logika dan rasional untuk mencari kebenaran-kebenaran dari mitos yang ada

       Dari kejadian di atas, dapat disimpulkan bahwa kepercayaan Animisme dan Dinamisme di kalangan masyarakat Indonesia masih kental. Dan kepercayaan tersebut sebagian besar berasal dari regenerasi adat-istiadat nenek moyang, himpitan ekonomi, serta pengaruh lingkungan sekitar. Kebudayaan Animisme dan Diamisme menimbulkan dampak negatif yang harus diatasi dengan berbagai solusi. Harapan nya, masyarakat Indonesai pada saat ini lebih taat menjalankan agama nya, lebih berfikir rasional, dan mencari kebenaran dari mitos yang ada sebelum mempercayai nya, tedak menghalal kan segala cara, serta hidup dengan damai dan tentram dengan menjaga budaya baik yang sudah ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar