Kepercayaan
Animisme dan Dinamisme yang Kental di
Kalangan Masyarakat
Sudah
sejak dahulu kala Negara Indonesia dikenal sebagai negaara yang banyak memiliki
ragam budaya.dan bahasa. Tidak hanya empat, lima, atau enam budaya dan bahasa
yang ada. Melainkan puluhan bahkan ratusan ragam budaya dan bahasa. Hal itu
dibuktikan dengan adanya budaya yang berbeda-beda di setiap daerah yang ada di
Indonesia ini.
Budaya
yang sangat banyak di Indonesia belum bisa dipisahkan dengan animisme dan
dinamisme. Animisme dan Dinamisme yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat
sehari-hari. Hal ini menyebabkan banyaknya masyarakat Indonesia yang
mempercayai mitos-mitos zaman dahulu. Mitos-mitos itu tentang cerita mahluk
halus, benda-benda yang dijadikan keramat dan dipercaya memiliki
kekuatan-kekuatan gaib, serta pemujaan terhadap pohon-pohon besar dan
tempat-tempat mistis, serta banyak hal lainnya.
Animisme
dan Dinamisme yang masih banyak melekat memberikan bebagai dampak yang besar
bagi kehidupan umat manusia, terutama umat beragama. Dampak yang paling
menonjol adalah dampak negatifnya. Misalnya, timbulnya kemusyirikan, tidak
mengesakan Tuhan, sesuai dengan Pancasila sila pertama, melemahnya iman dalam hati,
perselisihan antar manusia, keresahan di kalangan masyarakat, kecurangan, dan
sebagainya.
Dampak
negative tersebut tidak hanya muncul begitu saja. Dampak tersebut juga ada
penyebabnya. Sesuai dengan pepatah, “Tidak ada asap jika tidak ada api”. Tidak
akan ada masalah, kalau tidak ada penyebabnya. Penyebab masalah atau dampak
negatif tersebut tidak hanya satu saja, melainkan lebih dari itu.
Negara
Indonesia merupakan Negara yang mempunyai lima agama resmi yang diakui.
Diantaranya Islam, Katolik, Kristen, Hindu, dan Budha. Dan merupakan Negara
yang memiliki jumlah penduduk beragama Islam yang terbanyak di dunia. Namun
banyak orang yang pemahaman agamanya masih kurang. Pemahaman agama mereka belum
tertanam dalam hati mereka. Sehingga mereka masih mempercayai hal-hal yang
kurang rasional dan bertentangan dengan kepercayaan yang mereka anut.
Banyaknya mitos-mitos atau cerita
tentang mahluk halus yang merakyat. Seperti mitos Malin Kundang, Gunung
Tangkuban Perahu, Nyi Roro Kidul, Emak Lampir, Leak, dan sebagainya.
Mitos-mitos tersebut dapat menimbulkan
keresahan di dalam hati masyarakat. Misalnya tentang mitos Nyi Roro
Kidul di pantai selatan. Jika mengunjungi atau berada di pantau di kawasan
Daerah Istimewa Yogyakarta tidak boleh memakai pakaian hijau. Juga tidak boleh
mengatakan kalau dia adalah yang paling cantik. Hal tersebut dapat menimbulkan
keresahan bagi masyarakat pengunjung pantai terutama masyarakat yang sudah
berada di pantai dan baru mengetahui mitos tersebut.
Selanjutnya adalah Regenerasi
adat-istiadat dari nenek moyang. Regenerasi adat-istiadat adalah penerusan,
pelestarian generasi adat-istiadat dari nenek moyang zaman dahulu yang
diturunkan pada anak cucunya agar dapat dipertahankan budaya Animisme dan
Dinamisme yang dimiliki. Biasanya regenerasi adat-istiadat kebudayaan Animisme
dan Dinamisme sangat kental, jauh dari anjuran Tuhan dan dekatdengan larangan
Tuhan.
Kita ketahui bahwa negara Indonesia
adalah negara yang memiliki sumber daya alam yang tinggi, nemun memiliki sumber
daya manisua yang rendah. Sehingga menyebabkan negara Indonesia masih menjadi
negara yang berkembang. Kemiskinan yang merajalela pun tak dapat dihindari. Ya,
banyak warga negara Indonesia yang berpenghasilan rendah. Mereka rata-rata dari
kalangan berpendidikan rendah dan tedak mempunyai ketrampilan. Namun, semua
orang menginginkan kehidupan yang layak dan serba berkecukupan. Tetapi, cara
yang digunakan bukan dengan cara yang halal, namun dengan jalan pintas. Seperti
meminta kepada roh nenek moyang, memelihara tuyul, pesugihan atau ngepet.
Hal-hal tersebut mencerminkan dan berlandaskan budaya Animisme yang berpotensi
untuk regenerasi. Jika budaya tersebut turun menurun maka akan membahayakan
kehidupan antar manusia.
Tidak hanya itu saja, mitos-mitos
tentang benda-benda kuno dan antik yang dijadikan keramat serta dipuja-puja merupakn prinsip penerapan
budaya dinamisme di kalangan masyarakat. Benda-benda tersebut seperti keris,
gamelan, cincin akik, kereta kencana, benda keraton dan semacam nya.
Pohon-pohon besar dan tempat-tempat sakral juga dihormati dan dipercayai
memiliki kekuatan gaib serta berpenghuni roh halus.
Sesudah terlihat masalah-masalah dan
dampak-dampak yang diakibatkan oleh kepercayan Animisme dan Dinamisme de
kalangan masyarakat, perlunya suatu cara untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.
Beberapa
alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi kental nya kebudayaan Animisme
dan Dinamise di kalangan masyarakat Indonesia :
·
Memperdalam agama yang
dianut dengan mempelajari agama atau kepercayaan nya dengan orang yang lebih
memahami agama nya
·
Tidak mudah terpengaruh
dengan lingkungan sekitar tempat tinggal atau lingkungan bernaung
·
Mau mengakui da
menerima kebudayaan yang baru dan benar sesuai dengan agama dan perkembangan
yang ada
·
Bekerja dengan halal
dan sesuai ketrampilan
·
Berfikir dengan logika
dan rasional untuk mencari kebenaran-kebenaran dari mitos yang ada
Dari kejadian di atas, dapat disimpulkan
bahwa kepercayaan Animisme dan Dinamisme di kalangan masyarakat Indonesia masih
kental. Dan kepercayaan tersebut sebagian besar berasal dari regenerasi
adat-istiadat nenek moyang, himpitan ekonomi, serta pengaruh lingkungan
sekitar. Kebudayaan Animisme dan Diamisme menimbulkan dampak negatif yang harus
diatasi dengan berbagai solusi. Harapan nya, masyarakat Indonesai pada saat ini
lebih taat menjalankan agama nya, lebih berfikir rasional, dan mencari
kebenaran dari mitos yang ada sebelum mempercayai nya, tedak menghalal kan
segala cara, serta hidup dengan damai dan tentram dengan menjaga budaya baik
yang sudah ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar